Ilustrasi banci dukung Jokowi (foto),
Tak ada diskriminasi terhadap kaum minoritas di Indonesia, dan jika ada yang terancam karena seksualitasnya, polisi harus bertindak melindungi mereka, kata Presiden Joko Widodo kepada BBC dalam wawancara eksklusif di Solo.

Jokowi mengatakan jika Indonesia menghormati hak asasi manusia, namun ada ‘norma sosial’ yang juga masih sangat kuat.

"Di Indonesia tidak ada diskriminasi untuk minoritas, baik yang terkait dengan etnis, dengan agama semuanya akan diberikan perlindungan, tapi Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang mempunyai norma-norma agama, itulah yang harus orang ingat, dan orang harus tahu mengenai itu, bahwa kita mempunyai norma-norma", katanya.

Tatkala ditanya apakah homoseksualitas akan dipidanakan di Indonesia seperti yang sedang diusahakan oleh beberapa kalangan lewat Mahkamah Konstitusi, melalui perluasan pasal perzinahan dan homoseksual.

Presiden menegaskan, tidak perlu melakukan perubahan terhadap hukum yang ada terkait masalah itu. Sementara jika ada kalangan minoritas yang terancam, polisi harus melindungi.

"Polisi harus bertindak. Tidak boleh ada diskriminasi terhadap siapa pun", tegasnya lagi.

Namun ia menambahkan: "masyarakat Indonesia mempunyai budaya, mempunyai norma- norma, dan di Indonesia, keyakinan (umum) memang tidak memperbolehkan itu, Islam tidak memperbolehkan itu". (BBC Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.