abu odai allush
Salah satu komandan koalisi Islam Jaisyul Fath, Ali Abu Adi Allousy, pada Minggu, berjanji akan melakukan sesuatu untuk menembus pengepungan terhadap warga sipil di Aleppo timur.

“Dalam beberapa jam ini, kalian akan melihat sesuatu yang dapat menyenangkan hati anda”, ujarnya kepada kantor berita Qasion.

Ia mengonfirmasi serangan untuk menembus pengepungan Aleppo akan segera dimulai, melihat pesawat tempur Rusia dan milisi asing yang tidak pernah berhenti menggempur, ia berkata bahwa ‘sebuah banjir (serbuan) akan tiba’.

Tokoh pejuang Sunni terkemuka ini menekankan, dalam hitungan jam pertempuran besar segera diluncurkan.

“Dalam beberapa jam, kalian akan menjadi saksi (sesuatu dari) Allah yang akan menyenangkan hati kalian (warga sipil). Sebuah kemenangan dan pembebasan dari Allah, bahwa Allah akan membawa itu melalui perantaraan Jaisyul Fath”, tegasnya.

“Baik pesawat Rusia, tank Assad atau rudal Iran tidak akan mencegah kami menaklukkan musuh dengan pertolongan Allah”, lanjutnya.

“Untuk kalian, pengkhianat antek Rusia dan Iran, banjir akan datang dari bawah dan atas kalian. Kalian tidak akan memiliki tempat bersembunyi, kami bersumpah kalian akan menjadi makanan bagi Hyena dan Anjing, seperti kalian”, ancamnya terhadap tentara Assad yang dianggap sebagai Anjing peliharaan asing, yaitu Moskow dan Teheran.

Pernyataan Allousy datang dua hari setelah pernyataan serupa dikeluarkan oleh Syaikh Taufiq Shihab Eddin, komandan harakah Nuruddin Zenki, yang menyeru penduduk agar bergabung ke dalam barisan para pejuang.

Aleppo timur telah menjadi objek operasi besar rezim Assad, Rusia dan milisi Syi'ah asing sejak 22 September. Mereka telah meraih berbagai kemajuan di berbagai sisi.

Bahkan Assad menawarkan "jalur evakusi" (keluar dari kota terkepung) pada pekan lalu, namun hal itu dipandang sebagai upaya pengusiran warga.

Aleppo timur dihuni sekitar 250-300 ribu warga sipil, dimana 100 ribu diantaranya adalah anak-anak. Ada sekitar 8000 pejuang Sunni penentang Assad di dalam kota, sekitar 90% adalah FSA yang diakui internasional sebagai oposisi resmi.

Sementara Rusia dan Assad menggunakan dalih keberadaan "teroris" di kota itu, untuk terus menggempur dengan tujuan merebut seluruh daerah. (Orient-news/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.