Tanaman rusak jadi isu yang diframing Detikcom (foto),
Ada fenomena menarik pasca demo besar berbagai elemen umat Islam yang menuntut proses hukum terhadap Ahok karena dianggap melecehkan agama, yaitu meluasnya isu kerusakan berbagai tanaman di taman Balai Kota Jakarta.

Detikcom misalnya, belasan berita ditulis untuk memframing 'efek buruk' pasca demonstrasi anti Ahok yang digelar hari Jum'at kemarin.

Dalam berita-beritanya tersebut, Detikcom menggambarkan berbagai sudut taman dengan tanaman hiasnya yang rubuh pasca diinjak-injak massa.

Media itu juga mencoba mengorek jumlah kerugian, yang ditaksir mencapai ratusan juta. Atau menurut sumber lain Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Mukhlisin, kerugian sekitar 65 juta Rupiah.

"Ya kalau dari luas area sekitar 300 meter persegi ya (dananya) sekitar Rp 65 jutaan", kata Djafar.

Menurut Djafar, tanaman pengganti juga sudah disiapkan dari kebun bibit dari Dinas Pertamanan DKI.

Selain itu, Detikcom mencoba mengambil sudut pandang seorang petugas taman, bernama ibu Tuti.

Dari Tuti, Detik mengulas momen saat wanita ini berupaya mencegah massa damai itu dari menginjak tanaman hias. Namun karena jumlah peserta ribuan, hal tersebut jadi sulit dilakukan.

"Sempat juga marahi yang anak-anak muda. Tapi mereka bilang ya gimana lagi Bu, namanya juga demo ribuan gini. Penuh benar, ya maklumin saja", kata Tutikepada Detikcom.

Namun Risalah tidak menemukan satupun sumber pihak peserta demo yang dimintai keterangan langsung mengenai tanaman rusak (cover both side).

Framing berita timbulkan pro kontra
Pemberitaan luas tentang kerusakan tanaman kemudian memunculkan pro kontra diantara netizen. Ada yang menyalahkan pendemo dan ada yang menganggap hal ini dibesar-besarkan.

"Soal tanaman terinjak2 aja dibesar2in sampek 1600-an komen.... tuh harga diri nelayan dan rakyat miskin yg terinjak2 digusur boss lu malah pada kalian cemooh. Mmg ga berprikemanusiaan Bos ama anak buah sama ora warasnya", kritik seorang netizen di kolom komentar.

Lain lagi dengan pemilik akun Robert Budi yang menilai pendemo tidak peduli lingkungan.

"Pokok permasalah bukanlah berapa besar nilai kerugian tanaman yang rusak, tapi bagaimana mental para pendemo yang tidak peduli dengan lingkungan. terlihat sepele hanya tanaman, benar. tapi apakah kalian tidak peduli dengan petugas taman yang kerja keras tiap tiap hari menjaga dan merawat taman tsb ? ya, mereka digaji utk itu tapi bukan berarti para pendemo bisa semena-mena bukan ?", katanya.

Ada juga akun yang menyalahkan perkataan Ahok sebagai penyebab polemik sehingga memicu kemarahan umat Islam.

"Luar biasa memang demo kemarin, seharusnya ibu marah kepada pembuat onar yg menyebabkan para demonstran turun ke jalan, siapa ya yg mereka demo? Dari info yg beredar sich mereka demo krna ada yg berkantor di sekitar taman yg menistakan ayat suci Alquran, seharusnya ibu tuti marah sama penistanya dong krna sdh mengundang demonstran datang", kata @aburazeeq. (Rslh/Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.