Ilustrasi Tepi Barat
Israel menyetujui adanya pembangunan 98 rumah bagi pemukim di wilayah Tepi Barat dan kawasan industri di dekat Ramallah.

Pembangunan permukiman dinilai sebagai salah satu penghalang utama bagi perdamaian karena dibangun di atas tanah yang nantinya menjadi bagian negara Palestina.

“Di saat pemimpin dunia sedang berkumpul untuk mengenang Shimon Peres dan jalannya menuju perdamaian, pemerintah Israel menciptakan halangan lain bagi solusi dua negara dengan mendirikan permukiman baru di jantung Tepi Barat”, kata kelompok pemantau Peace Now, Sabtu (1/10).

Juru bicara Peace Now, Hagit Ofran, mengatakan bahwa dua proyek permukiman disetujui pada Rabu oleh militer Israel setelah ada lampu hijau dari Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman.

“Keputusan pemerintah untuk memberikan dua tanah privat curian dari Palestina kepada pemukim akan membuat warga Israel yang taat hukum membayar harga politik yang tinggi”, tulis Peace Now.

Permukiman Israel di Yerusalem Timur dan wilayah Tepi Barat yang diokupasi dianggap ilegal oleh hukum internasional.

Israel mencaplok wilayah Tepi Barat dan Yerusalem timur pada Perang Arab 1967 namun pencaplokan itu tidak diakui dunia.

Mahkamah Agung Israel sebelumnya memutuskan bahwa permukiman Amona di dekat Shiloh harus dihancurkan. Menurut Peace Now, permukiman yang baru akan dibangun ini diperuntukkan bagi sekitar 40 keluarga yang tadinya tinggal di Amoma.

“Ini sepertinya akan menjadi bagian dari kompensasi bagi pemukim”, kata Peace Now.

Menurut lembaga itu, kawasan industri di dekat Ramallah “bisa dianggap sebagai permukiman jenis lain karena pemerintah Israel akan mendorong investor untuk membangun pabrik mereka di area ini”. (CNN Indonesia/rslh-ab)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.