Foto: REUTERS/Naseer Ahmed
Kelompok ultra ekstrimis ISIS mengklaim mendalangi penyerbuan akademi kepolisian di Quetta, Pakistan. ISIS menyebut anggotanya melakukan penembakan dan bom bunuh diri.

Dalam pernyataannya melalui kantor berita Amaq, ISIS menyatakan bertanggung jawab atas penyerbuan akademi kepolisian itu. Sebanyak tiga anggotanya melakukan serangan.

"Dengan menggunakan senapan mesin dan granat, kemudian meledakkan rompi peledak di tengah keramaian", klaim ISIS dalam pernyataannya.

Sementara itu sebelumnya, otoritas Pakistan menuding kelompok ekstrimis Lashkar-e-Jhangvi, yang mendalangi serangan yang terjadi pada Senin (24/10) malam tersebut.

Salah satu komandan militer di Baluchistan, Jenderal Sher Afgun, mengungkapkan bahwa penyadapan komunikasi antara penyerang dengan pihak yang memberikan perintah, menunjukkan bahwa instruksi disampaikan Lashkar-e-Jhangvi (LeJ) dari Afghanistan.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Dalam Negeri Wilayah Baluchistan, Mir Sarfaraz Bugti, menyebut ada tiga pelaku yang menyerang akademi kepolisian itu.

Pernyataan ini berbeda dengan otoritas Pakistan yang sebelumnya menyebut ada 5-6 pria bersenjata yang menyerbu akademi kepolisian itu.

"Dua pelaku meledakkan diri mereka, sedangkan pelaku ketiga ditembak di kepala oleh pasukan keamanan", terang Bugti.

Perdana Menteri Nawaz Sharif dan Panglima Militer Jenderal Raheel Sharif langsung bergegas mendatangi Quetta setelah serangan terjadi.

Sedikitnya 60 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka. Kebanyakan korban merupakan kadet atau calon polisi yang ikut pelatihan di kamp itu. (Detikcom)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.