Hanun dan Izza menjadi Finalis National Young Inventors Award 2016 yang diselenggarakan oleh LIPI (foto: CNN Indonesia)
Kini, ada cara bagi anak tuna netra untuk dapat bermain ular tangga. Hanun Dzatirrajwa, siswi kelas 4 SD IT Bina Amal Semarang dan saudari sepupunya, Izza Aulia Putri Wibowo yang duduk di kelas 5 SD IT Al Islam Kudus berhasil mengembangkan prototype permainan ular tangga untuk anak tuna netra.

Prototipe awal yang dibuat oleh kedua anak tersebut menggunakan bahan dasar kayu tripleks untuk papan permainan. Seperti permainan ular tangga biasa, terdapat blok-blok dari angka 1 sampai 45.

Yang berbeda adalah angka di permainan ini menggunakan angka braille yang dicetak timbul menggunakan kertas karton tebal.

Dadu dan pion pun di design khusus. Dadu dilengkapi angka braille di permukaannya dan dirancang untuk menghasilkan suara ketika dilempar.

Ini akan membantu anak tuna netra mengetahui apakah dadu sudah berhenti dan di mana letaknya.

Pada prototipe kedua, produk ini semakin disempurnakan. Papan menggunakan logam dan pionnya dilengkapi magnet.

Hanun dan Izza ingin memperbanyak permainan ini, tapi tak ingin menjualnya untuk kepentingan komersil.

“Jika ada donatur yang ingin menyumbangkan, satu unit permainan akan kami hargai 20 ribu rupiah,” kata Hanun kepada CNN Indonesia.

Inovasi tersebut mengantarkan Hanun dan Izza menjadi salah satu finalis di ajang National Young Inventors Award 2016 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan atau LIPI. Mereka meraih predikat Favourite Inventor dalam ajang itu. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.