Presiden RI Joko Widodo (foto Detikcom),
Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Nasional (Pospenas) ke-7 dibuka bertepatan dengan Hari Santri Nasional pertama. Acara tersebut dibuka oleh Presiden Jokowi.

"Malam ini saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk temukan kembali api semangat ketika KH Hasyim Asy'ari menyampaikan resolusi jihad 71 tahun yang lalu", tutur Jokowi dalam pidato pembukaan di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten, Sabtu (22/10), dikutip Detikcom.

Menurutnya, resolusi jihad yang disampaikan KH Hasyim Asy'ari itu membuat seluruh santri di penjuru nusantara ikut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Maka dari itu, tak bisa dipisahkan perjuangan santri dengan kemerdekaan RI.

"Api semangat jihad tak boleh padam dalam semangat ke-Indonesia-an. Api jihad harus selalu hidup untuk berjuang menghadapi tantangan baru. Kita terus menyalakan api jihad dalam menghadapi ketimpangan sosial", ujar Jokowi.

Jokowi juga berharap Pospenas melahirkan santri-santri berprestasi. Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing.

"Itulah jihad kebangsaan untuk menjadi bangsa yang tangguh. Saya yakin kita akan semakin optimis untuk jadi bangsa pemenang", pungkas Jokowi.

Jokowi kemudian menabuh bedug tanda Pospenas dibuka. Ia didampingi oleh Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Menpora Imam Nahrawi, Menag Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Banten Rano Karno.

Acara kemudian menampilkan Rampak Bedug dan tari-tarian khas Banten. Tampak para santri atlet riuh bersemangat menyaksikan seremoni pembukaan Pospenas ke-7.

Pada kesempatan ini Presiden Jokowi juga diberikan mushaf Al-Qur'an yang ditulis oleh para santri melalui menteri agama. Mushaf tersebut nantinya akan disimpan di Museum Santri Nasional. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.