Presiden Jokowi (Detikcom),
Aksi besar-besaran umat Islam akan digelar pada Jum'at, 4 November, sebagai kelanjutan protes atas pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga menistakan agama.

Lalu apa tanggapan presiden RI, Joko Widodo terkait rencana tersebut?

"Demonstrasi adalah hak demokratis warga, tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak", ucap Presiden Jokowi usai menghadiri acara 'Hari Menabung Nasional' dikutip Detikcom Senin (31/10).

Jokowi mengatakan, pemerintah menjamin hak menyampaikan pendapat, tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum.

Selain itu, ia memerintahkan aparat keamanan bersiaga mengawal aksi tersebut.

"Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun", kata Jokowi.

Aksi itu akan digelar berbagai kelompok umat Islam pasca shalat Jum'at di masjid Istiqlal, dengan fokus di istana dan kepolisian.

Ini adalah kelanjutan respon atas pernyataan Ahok yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. Ahok telah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama.

Sementara elemen umat Islam terus menuntut Ahok agar segera diadili. Dan memperingatkan jangan ada perlindungan padanya oleh penguasa.

Ahok pekan lalu telah mendatangi Bareskrim untuk memberi klarifikasi. Namun itu tidak meredam tuntutan, sebabnya kalangan umat Islam memandangnya hanya basa-basi dan tidak masuk BAP.

Aksi 4 November rencananya juga dihadiri beberapa tokoh, termasuk Fadli Zon dan Fahri Hamzah, serta tokoh-tokoh Islam seperti Aa' Gym dan lainnya. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.