Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi (Reuters)

Gencatan senjata selama 72 jam di Yaman akan dimulai pada Rabu malam, utusan PBB untuk Yaman mengungkapkan pada hari Senin (17/10) setelah menerima komitmen dari semua negara yang terlibat.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan penghentian permusuhan akan dimulai pada hari Rabu, pukul 23.59 waktu setempat dan dapat diperpanjang setelah tiga hari, sebagaimana dilansir dari Reuters.

"Utusan Khusus mendukung genjatan senjata. Hal ini dapat menjauhi orang-orang Yaman dari pertumpahan darah dan akan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan diperluas", ungkap pernyataan itu.

Sebelumnya, pada Senin (17/10) kemarin, Menteri Luar Negeri Yaman Abdel-Malek al-Mekhlafi mengatakan dalam Twitter-nya bahwa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata 72 jam dengan kemungkinan hal tersebut diperpanjang.

"Presiden setuju untuk gencatan senjata 72 jam dan dapat diperpanjang jika pihak lain mematuhi aturannya. Ia juga mengaktifkan DCC (De-escalation and Coordination Committee) serta menarik pengepungan di Taiz", tulisnya.

DCC adalah komisi militer yang didukung PBB, bertanggung jawab untuk mengawasi gencatan senjata di Yaman.

Pemerintah telah meminta akses kemanusiaan untuk Taiz, kota yang dikepung oleh pemberontak Houthi sejak 2014.

Pemerintah hanya dapat mempertahankan satu dari empat akses sebagai jalur kontrol atas tempat tersebut.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa pihaknya juga siap menerima gencatan senjata, tetapi bahwa ia masih bersikap skeptis tentang upaya perdamaian, mengingat upaya gencatan senjata sebelumnya gagal. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.