Euphrate Shields bergerak ke arah al-Bab (foto),
Setelah terlibat pertempuran sengit melawan milisi Kurdi pada pekan lalu, FSA dan Turki kembali mengarahkan moncong senjatanya kepada kelompok ultra ekstrimis ISIS di kota al-Bab, Aleppo.

Kota itu kini dijadikan basis ISIS setelah dipukul di Aleppo utara, diyakini ribuan militan yang ditarik mundur dari garis perbatasan telah terkonsentrasi di al-Bab.

Operasi ke al-Bab diungkap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan serangan ke sana.

“Kita harus melakukannya, kita akan menuju ke sana (kota al-Bab)", kata Erdogan dikutip media lokal, Yeni Safak.

Erdogan menekankan keinginan menyapu bersih kelompok teroris yaitu ISIS dan milisi Kurdi PYD, yang dianggap sebagai afiliasi Partai Pekerja Kurdistan (PKK),sebuah organisasi teroris-separatis di Turki.

Ia menggarisbawahi penentangannya terhadap keberadaan petempur YPG, dan mengkritik Barat yang mendukung mereka.

Dalam sudut pandangnya, Ankara bersedia membantu koalisi internasional menumpas ISIS, namun menolak jika hal itu melibatkan YPG (sayap militer PYD).

Sebelumnya, militer Turki dan FSA selama beberapa hari telah terlibat pertempuran sengit dengan YPG, SDF dan kelompok bersenjata Kurdi lainnya di sekitar kota Tall Rifaat, Aleppo utara.

Namun hal itu dipandang merugikan operasi Euphrate Shield, sebabnya menambah musuh baru selain ISIS.

Sedangkan al-Bab sendiri adalah kota penting di kawasan itu, beberapa tahun lalu telah menjadi tempat tinggal bagi pengikut ISIS dari luar negeri, termasuk orang-orang Indonesia. (Yeni Safak/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.