Kelompok Syi'ah radikal Ijabi ingin menunjukkan eksistensinya
Organisasi Muslimah Ahlusunnah menyebarkan broadcast yang mengajak umat Muslim kota Bandung mewaspadai dan memboikot acara Deklarasi Bandung untuk NKRI (BunKRI).

Alasannya, ditemukan bahwa acara itu telah dimanfaatkan oleh aliran radikal Syi'ah dalam menunjukkan eksistensinya.

Berikut pesan berantai yang berasal dari Gema Annas:

🎀Bismillah,

Sahabat Fillah
Sehubungan akan diadakannya acara deklarasi BUNKRI di Stadion Siliwangi Bandung pada tanggal 30 Oktober 2016.
yang terindikasi
agenda terselubung SYI'AH (IJABI/Muthohari/ABI) dan aliran sesat lainnya,
kami mendapatkan sejumlah undangan selebaran dan broadcast message untuk para kader PKK dan siswa-siswa serta guru-guru yg diharapkan hadir di acara tersebut.

Maka kami Gerakan Muslimah Cinta Sahabat GEMA ANNAS telah mengambil langkah-langkah antisipasi sbb :

1. Berkoordinasi dengan Majelis-majelis Taklim se Bandung yg terhimpun di Forum Silaturahim Majelis Taklim.

2.Berkoordinasi dengan penggerak PKK dan RW di kota Bandung.

3.Berkoordinasi lewat Forum Guru yang terhimpun dibawah binaan Gema Annas agar tidak membawa siswa-siswanya menghadiri acara tsb diatas.

Semua kebenaran hanyalah datang dari Allah Yang Maha Benar.
Dan apabila ada kesalahan semata-mata datang hanya dari kami manusia biasa tempatnya salah.
Semoga Allah SWT mengampuni serta selalu menjaga Aqidah kita di jalan yang diridhoi.

Bandung 28 Oktober 2016

Salam
Gerakan Muslimah Cinta Sahabat

🎀GEMA ANNAS

Mengenal organisasi Syi'ah Ijabi
Ijabi atau Ikatan Jama'ah Ahlul Bait Indonesia merupakan satu wadah organisasi Syi'ah yang berbasis di kota Bandung, berdiri pada 1 Juli 2000.

Salah satu tujuan kelompok ini adalah memperkenalkan ajaran Syi'ah Itsna Asyariah atau Syi'ah 12 imam yang sama dengan negara Iran.

Sebuah sekte yang meyakini jika setelah wafatnya nabi Muhammad, kepemimpinan akan diteruskan oleh imam maksum yang jumlahnya 12 orang.

Imam maksum (ditambah Fathimah) tersebut diyakini suci dari dosa dan penerima wahyu selain nabi. Saat ini, imam maksum no. 12 mereka adalah Muhammad bin Askary, yang telah hilang dan konon masih bertahan hidup (mengghoib) selama lebih dari 1100 tahun.

Soal politik, ketua dewan syuro Ijabi, Jalaluddin Rakhmat berhasil naik menjadi anggota DPR RI dari PDIP tahun 2014.

Kelompok ini juga kerap menunjukkan eksisitensi di masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai acara lintas agama/komunitas.

Dalam situs resminya, Ijabi menyatakan berusaha ‘mengembalikan’ Pancasila sebagai modus vivendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara menurut Gema Annas dan kelompok Sunni lain, organisasi-organisasi Syi'ah seperti Ijabi hanya bertaqiyah (berdusta/hipokrit) untuk mencari simpati dan dukungan agar bebas bergerak di Indonesia.

Termasuk menunggangi berbagai acara yang bersangkut tema NKRI atau kebhinekaan, namun agenda aslinya bermotif ideologis dalam penyebaran Syi'ah.

Syi'ah juga dipandang tidak mungkin loyal pada NKRI, melainkan pada marja tempat mereka bertaklid. Dimana Ijabi berkiblat pada Ali Khamenei yang merupakan pemegang wilayatul faqih (pemimpin tertinggi) Iran. (Rslh/Gema Annas/Ijabi)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.