Ilustrasi Ahok menyindir penggunaan Al-Maidah 51 (foto),
Gubernur DKI Basuki T Purnama baru saja selesai diperiksa Bareskrim Polri terkait dugaan kasus penistaan agama. Ahok menyatakan dirinya tidak mungkin menistakan Al-Qur'an.

"Intinya saya sampaikan banyak tuduhan macam-macam, saya juga tidak mungkin menistakan Alquran karena saya percaya semua orang beriman percaya kitab sucinya", ujar Ahok di Bareskrim, Senin (24/10) dikutip Detikcom.

Ahok yang tiba kurang lebih pada pukul 10.00 WIB, akhirnya keluar dari kantor Bareskrim KKP pukul 12.40 WIB.

Ia juga menyatakan jika dirinya tidak menyinggung para Ulama, serta mengatakan dirinya menghormati siapapun.

"Tidak benar saya ada menyinggung ulama. Tidak mungkin saya menyinggung ulama", kata Ahok.

"Saya harus menghormati dengan rekam jejak saya apalagi sebagai politisi kan. Saya mau ikut jadi calon gubernur. Kalau saya memusuhi umat Islam dan menghina Al-Qur'an, itu mana mungkin saya dapat suara", sambung Ahok.

Sebelumnya Ahok membuat polemik setelah video pidato terkait surah Al-Maidah ayat 51, dianggap melecehkan Al-Qur'an dan para Ulama yang menfsirkannya.

Dalam pernyataannya itu, Ahok mengatakan jika Al-Maidah dipakai untuk membohongi orang, yaitu terkait larangan memilih dirinya yang bukan Muslim sebagai pemimpin ibukota.

Ahok sempat ngotot merasa tak ada yang salah atas ucapannya itu, meskipun kemudian menyatakan "minta maaf kepada umat Islam yang tersinggung", setelah derasnya kecaman.

Berbagai pihak juga telah melaporkan kasus Ahok kepada polisi atas tuduhan menista agama. (Detikcom/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

1 comments so far,Add yours

  1. Tanggal 24 Oktober iku hari Senin Pak, dudu dino Seloso

    ReplyDelete

Note: only a member of this blog may post a comment.