Sekitar kota Dabiq diserang Turki (foto),
Pejuang Sunni Suriah yang didukung oleh Turki makin mendekati daerah terkenal milik ISIS, yang menjadi nama majalah bulanan berisi propaganda takfiri mereka, Dabiq.

Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) terus mendesak kelompok teroris ke arah selatan menjauhi wilayah Turki sejak operasi "Euphrate Shield", 24 Agustus lalu.

Beberapa desa di dekat kota Dabiq telah dibebaskan dari ISIS dalam beberapa hari terakhir.

Meskipun Dabiq adalah daerah kecil kurang strategis di Aleppo utara pada perang saat ini, namun ISIS sejak lama mempropagandakannya sebagai lokasi perang akhir zaman, dimana mereka yang telah menguasainya.

Pada bulan April atau Mei 2016, ISIS mengirim sekitar 800 militannya di lokasi Dabiq untuk mengimbangi ancama milisi Kurdi yang menekan mereka saat itu.

Seorang komandan FSA mengungkapkan rencana meraih posisi Dabiq dalam waktu 48 jam, tetapi ia memperingatkan bahwa ISIS telah banyak memasang banyak ranjau di sekitar kota.

"Jika ini berjalan sesuai rencana, dalam waktu 48 jam kami akan ada di Dabiq", kata Ahmed Osman, komandan kelompok pejuang FSA Sultan Murad, kepada Reuters.

Namun, ranjau ISIS di sekitar Turkman Bareh membuat kemajuan FSA jadi lebih lambat. Osman menyatakan, 15 pejuangnya "syahid dalam 24 terakhir akibat mortir dan ranjau".

Koalisi internasional pimpinan AS aktif saat FSA melawan ISIS, walau tak diminta dan pasukan khusus AS pernah diusir oleh kelompok Sunni itu di kota al-Rai.

Washington percaya, direbutnya Dabiq bisa menjadi pukulan moral pada ISIS yang terus terdesak oleh serangan musuh-musuhnya, serta membuat pertahanannya di kota Mosul (Irak) maupun Raqqah (Suriah) jadi terguncang.

Sementara pesawat-pesawat tempur Turki terus mengebom ISIS di sekitar Dabiq, menghancurkan sembilan bangunan termasuk pos komando, gudang senjata dan amunisi. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.