Foto Bendera Turki & Iraq
Perdana Menteri Turki Binali Yildrim mengumumkan keterlibatan Turki dalam serangan militer di dekat Bashiqa, sebuah kota di sebelah timur Mosul, Irak.

Ia mengatakan bahwa Pasukan Kurdi Peshmerga meminta bantuan Turki dalam sebuah operasi baru yang dilancarkan pada Minggu (23/10).

"Peshmerga telah mengerahkan pasukan untuk membersihkan wilayah Bashiqa dari ISIS. Mereka meminta bantuan dari tentara kami (Turki) di sana. Jadi kami membantu dengan tank dan artileri kami”, ungkap Bildrim, sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera.

Turki memang memiliki tentara di pangkalan Bashiqa, karena mereka membantu melatih pejuang Peshmerga dan kaum Sunni lokal.

Namun, hal tersebut membuat hubungan antara Turki dan Irak cukup tegang. Baghdad menyebut hal itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan menuntut Turki menarik pasukannya, tapi Turki mengabaikannya.

Turki mengklaim penggunaan milisi Syi'ah untuk merebut Mosul akan menggusur sebagian besar penduduk Sunni di wilayah itu. Ankara juga menuntut para pejuang Sunni untuk dilatih dan ikut berpartisipasi dalam penyerbuan ISIS.

Menurut reporter Al-Jazeera Stefanie Dekker, langkah Turki merupakan hal yang kontroversial karena Baghdad sangat tidak menginginkan keterlibatan itu.

"Bahkan, Menteri Pertahanan AS Ash Carter mengunjungi Baghdad untuk berunding dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengenai keterlibatan Turki. Abadi mengatakan, 'Tidak, terima kasih, kami akan selesaikan ini dengan orang-orang Irak'...", tutur Dekker.

Sementara itu di lapangan, pasukan khusus Irak terus melaju ke Hamdaniya,salah satu pintu gerbang ke Mosul, yang dulunya merupakan wilayah padat penduduk.

"Pasukan Irak sekarang di Hamdaniya, bergerak maju menuju pusat kota. Tapi ini adalah pertarungan yang sangat sulit karena ISIS masih memiliki penembak jitu di daerah itu. Dan mereka masih menggunakan bom mobil", kata reporter Al-Jazeera, Zeina Khodr.

Sekitar 1,5 juta penduduk diyakini terjebak di pertempuran Mosul. PBB memperkirakan lebih dari satu juta warga akan terkena dampak, sementara sekitar 6.000 orang telah mengungsi meninggalkan rumah mereka. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.