Pasukan keamanan Irak berkumpul di Qayara, selatan Mosul, untuk menyerang militan Negara Islam di Mosul, Irak, 18 Oktober 2016. (Reuters)

Warga Mosul mengatakan, ISIS menggunakan warga sipil sebagai “perisai hidup” untuk menghadapi serangan Pasukan Irak dan Kurdi.

Pemimpin ISIS dilaporkan berada di antara ribuan militan garis keras di dalam kota Mosul, sedangkan pasukan koalisi masih berada sekitar 20-50 km dari pusat kota.

Seorang warga memberikan informasi melalui telepon bahwa lebih dari 100 keluarga mulai bergerak untuk melarikan diri.

Namun, ISIS telah memperketat penjagaan mereka agar tidak ada warga yang kabur, bahkan beberpa warga dibawa menuju sebuah gedung yang biasanya diguakan oleh kelompok teroris tersebut.

"Jelas bahwa ISIS mulai menggunakan warga sipil sebagai “perisai hidup” dengan membawa beberapa keluarga untuk tinggal di bangunan-bangunan yang mungkin menjadi sasaran serangan udara," kata Abu Mahir, yang tinggal dekat universtas kota Mosul.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis mengatakan, ia telah mengetahui bahwa ISIS menggunakan warga sipil sebagai salah satu strategi pertahanan mereka.

"Hal ini telah berlangsung selama beberapa minggu, kita tahu bahwa warga sipil ditahan dan gerakan mereka dicegah agar tidak dapat keluar dari Mosul. Mereka ditahan di sana secara paksa," ungkapnya kepada wartawan, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Davis menjelaskan operasi untuk merebut kembali Mosul bukanlah sebuah pertempuran yang baik, tapi ia menambahkan : “Kami telah melihat kemajuan yang cukup baik di hari pertama. Jangan terlalu berharap, ini akan menyita waktu yang lama."

Sekitar 1,5 juta orang masih hidup di Mosul. Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migratio/IOM) mengatakan, ISIS menggunakan puluhan ribu warga sebagai “perisai hidup” untuk mempertahankan benteng terakhir mereka di Irak.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan, sebuah rute sebenarnya telah diamankan bagi warga sipil yang ingin meninggalkan Mosul. Koalisi pimpinan AS bertanggung jawab agar rute tersebut tidak digunakan oleh ISIS untuk melarikan diri ke Suriah.

Sedangkan, tentara Suriah menuduh bahwa koalisi berencana untuk membiarkan militan ISIS melarikan diri melintasi perbatasan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.