Pasukan Irak di sebuah desa dekat Mosul, Irak, 25 Oktober 2016 (Reuters)

Amerika Serikat memberikan indikasi bahwa penyerangan terhadap kota Raqqah, Suriah, bisa dilakukan lebih cepat dan bersamaan dengan penyerangan Mosul.

Menteri Pertahanan Ash Carter tidak mengungkapkan waktu penyerangan Raqqah, tapi menjelaskan bahwa persiapan penyerangan "masih ada pada jalurnya", sebagaimana dilansir dari Reuters.

"Ya, akan ada tumpang tindih (dalam penyerangan Mosul dan Raqqah) dan itu adalah bagian dari rencana dan kami siap untuk itu", kata Carter pada selasa (25/10).

Seorang pejabat senior AS militer menyarankan penyerangan Raqqah, alasannya karena dinilai akan membawa beberapa efek baik bagi operasi Mosul.

Pejabat itu juga mengatakan, mereka akan berusaha menghindari campur tangan berlebihan dari koalisi pimpinan AS, termasuk membatasi serangan udara.

"Saya pikir semuanya positif, (dan) bahwa kita harus memulai rencana tersebut dalam waktu dekat. Namun, saya belum bisa mengatakannya terwujud dalam 'waktu dekat', melainkan itu akan segera terjadi", kata pejabat itu.

Seperti di Mosul, penyerangan ke Raqqah juga akan dimulai jauh dari pusat kota. Dalam rencana penyerangan, petempur Kurdi dan Arab (SDF) lah yang disiapkan untuk melawan ISIS.

Pejabat militer AS menjelaskan ada kemungkinan sebagian unsur eksternal ISIS sedang terkonsentrasi di Raqqah.

Sedangkan presiden Perancis, Francois Hollande, memperingatkan koalisi agar mewaspadai arus militan ISIS ke berbagai kota lainnya.

"Dalam situasi ini bisa saja teroris bersembunyi diantara orang-orang yang meninggalkan Mosul, dan mereka mencoba pergi lebih jauh, ke Raqqah khususnya", kata Hollande. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.