Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Menlu AS John Kerry saat pertemuan bilateral untuk membahas krisis Suriah di Lausanne, Swiss, 15 Oktober 2016 (REUTERS)

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyuarakan keprihatinannya pada keputusan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tentang pembaruan pertempuran dan serangan udara di kota Aleppo, Suriah.

Hal ini disampaikan oleh Departemen Luar Negri AS pada Senin (24/10), dilansir dari Reuters.

Lavrov dan Kerry membahas situasi di Suriah melalui telepon, serta setuju bahwa para ahli dari beberapa negara akan bertemu di Jenewa untuk terus mencari cara menyelesaikan krisis Aleppo.

Lavrov mengingatkan, AS harus memenuhi kewajibannya memisahkan kelompok-kelompok oposisi moderat dari "teroris" di Suriah.

Kedekatan secara geografis antara oposisi moderat Suriah dan kelompok yang dianggap "teroris" adalah salah satu faktor alasan kegagalan gencatan senjata antara Rusia dan AS.

Rusia dan Assad menggunakan "keberadaan kelompok teroris", yaitu Jabhah Fathu Syam, sebagai dalih meluncurkan serangan brutal ke kota Aleppo timur.

Selama diskusi melalui telepon itu, Kerry menyatakan keprihatinan tentang pembaruan serangan terhadap Aleppo oleh pasukan rezim Suriah dan Rusia.

Menurut Kerry, bantuan kemanusiaan belum berhasil sampai pada warga yang terkepung, meski terdapat jeda pertempuran selama beberapa hari yang lalu.

AS dan Rusia melakukan perundingan multilateral setelah gagalnya gencatan senjata mereka pada September lalu.

Setelah itu, AS memutuskan untuk melakukan pembicaraan bilateral dengan Rusia, dan menuduh Moskow tidak mematuhi komitmennya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.