Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Ash Carter mengatakan, terdapat sebuah “Persetujuan Dasar” untuk melibatkan Turki dalam penyerangan ISIS di kota Mosul, Irak.

Menurut Carter, Turki memang seharusnya memiliki peran dalam memerangi ISIS, baik di Suriah maupun Irak.

"Saya cukup yakin kita dapat bekerja sama dengan memperhatikan sensitivitas dari semua pihak", ujar Carter, dilansir dari Anadolu Agency.

Upaya Turki dalam memerangi ISIS dinilai akan sangat produktif bagi operasi.

Namun, salah seorang pejabat Pentagon mengatakan jika dirinya belum memiliki pandangan yang sama mengenai peran Turki sebagaimana yang disampaikan oleh atasannya, Carter.

"Carter menghargai minat dan partisipasi Turki dalam koalisi kontra-ISIS untuk serangan di Mosul”, kata pejabat itu, sembari mengingatkan bahwa keterlibatan Turki memerlukan persetujuan dari pemerintahan Irak.

Menurutnya, AS perlu mengambil peran untuk menjembatani perbedaan diantara Irak dan Turki.

Pada konferensi pers harian, juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan, Amerika memiliki prinsip bahwa semua operasi di Irak harus melalui persetujuan rezim Baghdad.

“Sejauh ini, kehadiran Turki di luar Mosul, tidak menunjukan tanda-tanda Turki melanggar prinsip itu", kata Earnest.

Turki telah melatih beberapa ribu pasukan suku Arab Sunni dan Peshmerga di kamp Bashiqa, Mosul.

Ankara ingin pejuang yang mereka latih ambil bagian dalam memerangi ISIS dan mengontrol Mosul, yang mayoritas penduduknya merupakan Muslim Sunni.

Mereka khawatir adanya konflik sektarian setelah ISIS dikalahkan, sebabnya rezim Baghdad didominasi oleh kekuatan politik Syi'ah. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.