Pawai milisi Syi'ah Hezbollah rayakan Asyura
Departemen Keuangan AS berupaya mengacaukan panggalangan dana maupun operasi kelompok teroris Hezbollah yang mendukung Iran, dilansir Reuters pada Kamis (20/10).

Yaitu dengan cara menjatuhkan sanksi kepada empat koperasi dan perusahaan yang selama ini menyokong kelompok militan Syi'ah itu.

Dalam putusan terkait, Departemen Luar Negeri AS juga telah memberikan sanksi kepada komandan kelompok, Haytham Ali Thabathaba’i, di bawah kebijakan anti terorisme AS.

Berdasarkan keterangan Deplu AS, Haytham pernah menjadi pemimpin pasukan khusus teroris Hezbollah, yang beroperasi di Suriah, dan kini dilaporkan terlibat di Yaman.

Sanksi ini mencegah warga AS melakukan bisnis dengan individu atau organisasi yang terkait jaringan teror, atau ‘Global Cleaners SARL’.

Sementara Depkeu AS menyatakan bahwa Arab Saudi pun telah bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi kepada beberapa individu penting dalam organisasi militan Syi'ah.

Sanksi diberikan terhadap Muhammad al-Mukhtar Khallas, Hasan Jamaluddin, Yusuf Ayad dan Muhammad Ghaleb Hamdar.

Depkeu AS menyatakan, Kallas dan Jamaluddin telah menyokong keuangan milisi Hezbollah dan investor seperti Adham Tabaja, juga melakukan hal yang sama melalui Perusahaan Teknik Al-Inmaa dan Kontraktor LLC.

Ayad dan Hamdar ditunjuk untuk membantu rencana Hezbollah serta aktivitas mendukung terorisme lainnya.

Hamdar ditangkap di Lima, Peru, Oktober 2014, karena dicurigai merencanakan serangan Hezbollah di negara itu.

Hezbollah menikmati dukungan kuat dari masyarakat Syi'ah Lebanon serta memiliki pengaruh politik yang sangat besar di negara itu.

Presiden AS Barack Obama dan Menteri Luar Negeri John Kerry merasa terganggu dengan dukungan Iran terhadap kelompok milisi seperti Hizbullah. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.