Ilustrasi Drone AS (AFP)

Amerika Serikat melakukan serangan di Afghanistan pada Minggu (23/10) untuk menyerang dua pemimpin senior al-Qaeda di negara itu.

Hal ini disampaikan oleh pihak Pentagon pada Rabu (26/10), sebagaimana dilansir dari Reuters.

Juru bicara Pentagon Peter Cook mengatakan, militer AS masih melakukan penilaian terhadap hasil serangan yang ditargetkan pada daerah terpencil di provinsi Kunar.

Serangan dilakukan oleh pesawat tanpa awak dan dikatakan sebagai serangan paling signifikan terhadap kelompok itu di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir.

Bagaimanapun juga, penyerangan menunjukkan masih adanya kemampuan bertahan al-Qaeda sejak lebih dari 15 tahun, setelah AS menginvasi Afghanistan dalam upaya memburu Osama bin Laden atas serangan 9/11.

Cook menjelaskan, satu targetnya adalah Faruq al-Qatani, yang menjabat sebagai pemimpin al-Qaeda di timur laut Afghanistan dan telah ditugaskan oleh pemimpin utama kelompok itu agar membangun kembali tempat berlindung aman di sana.

"Dia adalah seorang perencana senior serangan terhadap Amerika Serikat, dan memiliki sejarah panjang dalam mengarahkan serangan mematikan terhadap pasukan AS dan sekutu koalisi kami", kata Cook.

Al-Qatani, yang juga dikenal sebagai Al-Nayf Salam Muhammad Ujaym al-Hababi, dijuluki sebagai "Perencana Spesiasis Teroris Global" versi Departemen Keuangan AS awal tahun ini. AS telah memburunya selama empat tahun

Sasaran lainnya adalah Bilal al-Utaybi, yang diduga tengah berupaya membangun kembali basis aman di Afghanistan, melancarkan ancaman terhadap Barat, dan merekrut serta melatih pejuang asing.

"Jika serangan ini sukses, hal itu akan mengganggu upaya mereka melawan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu maupun mitra kami di seluruh dunia, mengurangi ancaman terhadap Afghanistan, dan menghilangkan harapan mereka akan adanya basis aman di Afganistan", kata Cook

Pesawat-pesawat tempur Amerika telah melakukan sekitar 700 serangan udara sepanjang tahun ini, sedangkan tahun lalu tercatat sekitar 500 serangan.

Menandai masih adanya peran lebih militer AS di negeri itu yang diperkirakan akan terus berlanjut di masa mendatang.

Al-Qaeda adalah organisasi yang populer sebagai teroris di awal dekade 2000-an. Kerap melancarkan serangan mematikan di berbagai negara dengan target yang berkaitan dengan AS.

Namun baru-baru ini al-Qaeda terlepas dari bagian paling ekstrimnya, yaitu ISIS (takfiri). Dan mulai membangun ulang kekuatannya dengan cara berbeda. (Reuters/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.