Ahok dan Anies dalam 1 forum (foto),
Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan pernyataan incumbent Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menggunakan surat Al-Maidah ayat 51. Pernyataan Ahok tidak tepat dan harus diluruskan.

"Pernyataan Gubernur DKI Jakarta dalam sebuah acara resmi pemerintah daerah dengan merujuk pada ayat suci Al-Qur'an sangatlah tidak perlu, tidak relevan dan tidak tepat. Karena itu jangan justru menyalahkan orang banyak yang merasa tersinggung, namun introspeksi diri adalah langkah yang lebih bijak dan dewasa", ujar Anies dalam keterangan tertulis kepada Detikcom, Sabtu (8/10).

Anies meminta Ahok menghormati keberagaman. Tak perlu menyinggung ajaran agama saat berbicara.

"Gunakan cara dan kata yang patut, serta rasa hormat bila menyebut sesuatu yang dipandang sebagai suci oleh siapapun. Bangsa ini bhinneka, maka hormatilah kebhinnekaan itu", tutur Anies.

Sebab di Indonesia, banyak orang yang berkomitmen dan bekerja menjaga suasana damai dan saling menghormati.

"Mereka semua itu menjaga suasana negeri ini agar terbebas dari sentimen negatif terkait SARA dalam kehidupan sehari-hari. Kami pun memiliki komitmen itu, apalagi dalam kampanye Pilkada ini", imbuhnya.

Menurut Anies, menjaga kebhinekaan menjadi tugas berat bila ada pihak yang terus menerus 'mengancam' dengan pernyataan-pernyataan tidak sensitif dan tidak menghormati.

"Ikhtiar banyak orang yang berusaha merawat kedamaian itu jadi dicederai oleh ucapan tak sensitif dan tindakan tak patut", katanya.

Karena itu, Anies mengganggap wajar bila ada kelompok masyarakat yang melaporkan Ahok ke polisi terkait dikutipnya ayat suci Al-Qur'an. Hal itu menurutnya konsekuensi dari pola pernyataan Ahok yang tidak terkontrol.

"Kata dan perbuatan bisa memiliki konsekuensi hukum. Kita harus menghormatinya. Maka sekali lagi, mari jaga komitmen menjadikan Pilkada DKI Jakarta ini sebagai pesta demokrasi dan festival gagasan yang penuh dengan kesejukan dan keceriaan. Mari kita semua menjaga keeratan tenun kebangsaan kita", ujar Anies.

Sebelum ini salah satu timses Anie-Uno, Syarief, menyatakan mendukung upaya tim Ahok untuk melapor pengunggah potongan video Ahok dan Al-Maidah ke polisi.

Hal serupa juga diutarakan oleh Cawagub Sandiaga Uno. Seperti dimuat Vivanews, ia mendukung langkah hukum tim pemenangan pasangan petahana Ahok-Djarot terkait beredarnya video kontroversial surat Al-Maidah.

"Kami memberikan dukungan kepada petahana melaporkan kepada aparat", kata Sandiaga di Kawasan Menteng, kepada Vivanews.

Namun hal itu dibantah para pendukung Anies-Uno di media sosial, mereka mengklaim Vivanews telah memlintir penyataan Sandiaga. (Detikcom/Vivanews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.