Anak Kecil di reruntuhan Aleppo
Pemerintah Suriah bersama sekutunya menyerang kota Aleppo, sebagaimana dilansir dari Reuters (2/10).

Mereka melancarkan beberapa serangan udara ke bagian timur kota Aleppo yang dikuasai oleh kelompok perlawanan Sunni.

Serangan tentara rezim Suriah didukung oleh milisi Syi'ah asing dan kekuatan udara Rusia untuk merebut sektor timur yang dikepung.

Salah satu kehancuran yang dinilai disengaja adalah pemboman ke rumah sakit utama di daerah itu.

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, kepada Reuters mengatakan bahwa serangan ke rumah sakit adalah kejahatan perang, karena tempat itu seharusnya tidak boleh disentuh.

Rezim dinilai melakukannya untuk mendesak oposisi meninggalkan kota, bahkan menawarkan "jalur yang aman dan bantuan medis".

Rumah sakit berkode M10 di Aleppo timur itu dibom secara langsung, dugaan hanya mengarah pada jet Rusia atau Assad.

Oposisi dan kelompok penyelamat menyatakan bahwa setidaknya ada 7 rudal Rusia atau Assad yang dijatuhkan ke rumah sakit yang juga dikenal dengan RS Sakhour.

Kelompok bantuan kemanusiaan Amerika menyebut ada dua pasien yang tewas, sementara 13 lainnya terluka dalam serangan itu, tercatat menjadi serangan langsung ke rumah sakit untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu minggu.

"Rumah sakit sekarang menghentikan layanan seluruhnya. Ada kerusakan pada dinding, infrastruktur, peralatan (medis) dan generator. Tidak ada lagi penjaga atau staf. Tempat itu gelap gulita", kata Mohammad Abu Rajab, seorang ahli radiologi di rumah sakit yang diserang.

Serangan udara sejak Sabtu (1/10) difokuskan pada jalur pasokan utama ke Aleppo timur, yaitu jalan Castello dan distrik Malah, serta di sekitar kamp Handarat.

Pertempuran juga berkobar di kawasan Suleiman al-Halabi, front terdepan di utara Kota Tua Aleppo maupun kawasan Bustan al-Basha.

Rezim Assad meraih beberapa kemajuan pada hari Minggu, di bagian utara kota.

Sedangkan kehidupan warga Aleppo kian tercekik, termasuk banyaknya jumlah pasien luka yang memerlukan bantuan medis darurat.

Organisasi internasional seperti PBB dan Uni Eropa mendesak segera diizinkannya misi kemanusiaan serta evakuasi bagi para korban di Aleppo.

Sementara AS mendesak Rusia, sekutu Assad, agar menghentikan serangan dan mencoba menemukan solusi diplomatik. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.