Para peserta aksi damai di Bandung (foto),
Bandung, Risalah -- Sebanyak 70 ormas Islam daerah Jawa Barat bergabung dalam Aksi Damai Bela Islam di Bandung, Jumat (21/10).

Aksi ini digelar terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang megutip surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu.

Panglima Ormas Jundullah Aliansi Nasional Anti Syi'ah (ANNAS), Muhammad Abdul Hadi menyatakan, massa menuntut adanya proses hukum terhadap Ahok.

"Kami menuntut kepolisian agar segera memproses Ahok sebagai penista agama Islam. Permintaan maaf itu sesama manusia, tapi kesalahan karena menistakan agama, kami tidak akan memaafkan itu sampai kapanpun”, jelas Hadi.

Menurut Hadi, jika tuntutan tersebut tidak dilaksanakan, mereka akan mencoba untuk menggabungkan ormas Islam se-Indonesia dalam aksi Jakarta.

Hadi berkeras jika aksi ini murni untuk membela Islam dan tidak membawa muatan SARA.

“kita gak ada yang namanya anti China, anti Kristen, atau apapun. Buktinya, mereka masih bisa hidup di sini (Indonesia). Tapi kami gak rela agama kami dilecehkan”, tegasnya.

Selain menuntut proses hukum, aksi ini juga digelar dalam rangka ungkapan membela MUI terseret dalam kasus Ahok dan diserang para pendukungnya.

“Kami gak rela MUI di bully, kewajiban MUI untuk memberikan tausiah mengenai akidah kepada umat Islam", lanjut Hadi.

Rangkaian acara Aksi Damai Bela Islam diantaranya orasi di depan Gedung Sate, peragaan pencak silat, dan long march menuju Gedung Merdeka. (Risalah/Rp)

Peragaan pencak silat, sebagai simbol perlawanan terhadap Ahok

Panglima Jundullah Aliansi Nasional Anti Syi'ah (ANNAS) Muhammad Abdul Hadi
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.