Ahok (foto Detikcom)
Bareskrim menyatakan kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kemarin bukan atas pemanggilan penyidik.

Karena itu, penyidik belum memasukkan klarifikasinya dalam berita acara perkara (BAP) terkait kasus dugaan penistaan agama.

"Kita interview, berita acaranya berita acara interview, bukan pro justicia, karena masih penyelidikan", kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto kepada Detikcom, Selasa (25/10).

Tekait kapan dan bagaimana dengan pemeriksaan Ahok sebagai terlapor dalam kasus ini, Agus mengatakan hal itu tergantung hasil gelar perkara yang akan dilakukan penyidik.

"Harus kita gelar dulu ini nanti pidana atau bukan", ujarnya.

Selanjutnya, penyidik akan meminta pendapat para ahli tentang kasus ini. Yaitu ahli agama, ahli bahasa dan ahli hukum pidana.

Setelah mendengar pendapat ahli barulah penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan ada tidaknya tindak pidana dalam kasus ini.

Sebelumnya, Ahok mengaku kedatangannya atas inisiatif sendiri untuk menyelesaikan polemik yang terjadi atas kasus tersebut.

Ia menjelaskan jika dirinya tidak memiliki niat untuk menghina atau menistakan agama Islam akibat ucapannya terkait surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Seribu beberapa waktu lalu.

"Ya kita inisiatif datang untuk mengklarifikasi. Supaya orang kan simpang siur, ada tuduhan saya juga menghina ulama, saya bilang sama sekali gak ada kepada ulama. Enggak ada niat sama sekali (menistakan agama). Saya datang supaya jadi klarifikasi", kata Ahok di Bareskrim hari Senin. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.