KH. Abdullah Gymnastiar (foto),
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) memberikan komentar tentang video Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut surat Al-Maidah di dalamnya.

Lewat akun resmi Facebook pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung ini, diunggah video yang berisi pernyataannya mengomentari pidato Ahok di depan warga Kepulauan Seribu.

"Kemarin terjadi kehebohan dengan viral tersebarnya pidato saudara Ahok di Kepulauan Seribu sehingga banyak umat Islam yang terluka", kata Aa Gym.

Dalam videonya Aa Gym menuturkan Ahok yang terlahir sebagai Etnis Tionghoa bukan pilihannya namun hal tersebut adalah takdir Pencipta.

"Sehingga bukan wilayah kita untuk mengomentari etnis", kata Aa Gym.

"Kedua bahwa saudara Ahok beragama non Islam itu adalah pilihan dan setiap orang berhak menentukan apa yang akan dipertanggungjawabannya dunia akhirat bagi kita umat Islam tidak ada masalah, lakum dinukum waliyadin", ujarnya.

Namun, kalimat Ahok yang menyebutkan surat Al-Maidah pada sebuah acara yang digelar di Kepulauan Seribu tidaklah tepat.

"Adapun saudara Ahok memberikan statemen pernyataan terhadap Al-Qur'an dengan perkataan yang tidak pada tempatnya dengan cara yang tidak pada tempatnya ini adalah perbuatan melampaui batas, ini adalah perbuatan tercela, ini adalah perbuatan yang akan menimbulkan konsekuensi dari perkataannya", jelas Aa Gym.

Oleh karena itu, kata Aa Gym, sangat bisa dimaklumi jika umat Islam merasa tersinggung oleh pernyataan yang melampaui batas ini

"Apalagi (oleh) seorang yang diberikan cobaan (tugas) jadi pimpinan di Jakarta", ujarnnya.

Walau demikian, Aa Gym mengimbau kepada umat Islam agar bisa menyikapi hal tersebut dengan tidak melampaui batas yang ada.

"Namun pada saat yang sama kita pun harus menyikapi orang yang melampaui batas ini dengan sikap yang ada dalam koridor ahlakul karimah. Islam tidak mengenal kedzoliman kepada siapapun. Kita sikapi perbuatan Ahok ini dengan sikap yang tidak melampaui batas bahkan menunjukkan bagaimana Islam menyikapi dengan sikap terhormat akhlakul karimah", himbau Aa Gym.

Ia berharap dengan adanya kejadian ini benar-benar membuat semua umat Islam memahami apa yang semestinya dilakukan.

Yang mana Aa Gym menjelaskan orang yang berlainan aqidah tidak akan mengerti keyakinan umat Islam kepada wahyu Allah, tidak akan mengerti penghormatan kepada Rasulullah.

"Pemimpin yang berbeda aqidah tidak akan bisa memuliakan Allah, Kalamullah, Rasulullah, sebagaimana mestinya. Karena (ia) tidak mengimaninya!", tegas Aa.

Sehingga, memang nyata apa yang dimaksud Al-Qur'an dalam 7 ayat, agar tidak memilih orang yang berbeda aqidah menjadi pemimpin diantara umat Islam.

"Mudah-mudahan semua pihak mendapat pelajaran dan mengambil hikmah”, tutup Aa Gym. (Antaranews/FB)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.