Satu keluar menyelamatkan diri dari serangan udara di pinggiran Damaskus (foto),
1176 warga sipil Suriah terbunuh sepanjang bulan September 2016. Dimana 993 penduduk tewas di tangan rezim Suriah dan Rusia, ungkap kelompok HAM SHNR.

Laporan ini menyatakan bahwa SHNR mengalami kesulitan untuk mencatat korban dari faksi oposisi bersenjata karena banyak dari mereka yang terbunuh di medan perang serta jauh dari wilayah penduduk.

Selain itu, sulit pula memperoleh rincian seperti nama, foto dan rincian penting lainnya dari catatan pejuang oposisi bersenjata untuk mengungkapkan informasi mereka, demi alasan keamanan. Oleh karena itu, jumlah korban diperkirakan sebenarnya jauh lebih besar dari yang telah tercatat.

Laporan tersebut pun menyebut hampir tidak mungkin untuk mengakses informasi tentang jumlah korban dari pasukan rezim dan ISIS, sehingga kesalahan akan lebih besar dalam pendataan kelompok tewas di sini.

Rezim Suriah dan ISIS tidak mempublikasikan, mengungkapkan atau mencatat korban di pihak mereka. Klaim pun sulit untuk diverifikasi secara independen.

Akibatnya, laporan SNHR hanya berisi korban sipil yang tewas oleh semua pihak dalam perang itu.

Laporan merinci dari jumlah korban tewas sepanjang September 2016, bahwa sebanyak 602 warga sipil meninggal di tangan pasukan Damaskus.

Termasuk diantaranya adalah 192 anak-anak (atau 7 orang anak tewas setiap harinya) dan 163 wanita, selain itu ada 57 orang tewas akibat penyiksaan rezim.

Dari total jumlah korban sipil ini, 59%-nya adalah anak-anak dan wanita, menjadi indikator utama bahwa ada kesengajaan mereka telah dijadikan target oleh pasukan pemerintah Assad.

Serangan udara Rusia tercatat bertanggung jawab telah membunuh 391 warga sipil, termasuk di dalamnya 114 orang anak-anak dan 54 orang wanita.

Berada dalam 1 pihak, secara total militer Assad dan Rusia membunuh 993 warga sipil Suriah, atau lebih dari 84% dari keseluruhan korban sepanjang September (33 korban/hari).

Selanjutnya, 2 warga sipil dibunuh oleh milisi Kurdi YPG. Serta ISIS yang membunuh 99 warga sipil, terdiri dari 17 anak-anak dan 5 wanita.

Kelompok Jihadis Jabhah Fathu Syam dilaporkan telah membunuh satu warga sipil lewat penyiksaan.

38 orang warga sipil, termasuk 19 anak-anak dan enam wanita, meninggal di tangan faksi-faksi oposisi bersenjata.

Sedangkan koalisi internasional pimpinan AS telah menewaskan 14 warga sipil. 29 orang warga sipil sisanya tewas akibat berbagai sebab.

Serangan disengaja
Menurut ratusan saksi mata, terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa sekitar 90% serangan acak maupun terarah, sengaja diarahkan kepada penduduk sipil dan fasilitas publik, terutama serangan udara Assad/Rusia.

SNHR juga mencatat pelanggaran-pelanggaran lain oleh semua peserta perang di Suriah yang menyebabkan kematian warga sipil.

SNHR menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan komunitas Internasional agar melakukan tanggung jawab mereka terkait pembunuhan tanpa henti, serta mendesak rezim Assad mebghentikan serangan membabi buta pada warga sipil.

Laporan menyimpulkan bahwa Assad, Rusia, milisi Syi’ah dan ISIS sebagai pihak paling terlibat dalam jatuhnya korban sipil tak perlu. (SNHR-Ys)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.