Anak-anak korban serangan udara (foto),
Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) telah mendokumentasikan lebih dari 69.180 kali serangan udara yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur dan helikopter rezim Basyar al-Assad.

Serangan tersebut terjadi dalam rentang waktu 24 bulan, sejak tahun 2014.

Tercatat, sekitar 37.501 bom Birmil (barrel/drum) dijatuhkan dari helikopter milik rezim Assad di beberapa wilayah, seperti Damaskus, pinggiran Damaskus, Aleppo, Hasakah, Hama, Dara'a, Latakia, Suwaida, Homs, Quneitra, Deir Zour dan Idlib.

Sedangkan, 31.679 serangan lainnya dilakukan menggunakan pesawat tempur. Rudal yang diluncurkan juga menargetkan berbagai provinsi tersebut.

Jumah warga sipil yang tewas mencapai 9.708 jiwa, dengan rincian 2.109 korban adalah anak/remaja di bawah 18 tahun, 1.397 perempuan serta 6202 laki-laki.

Sementara 54.000 warga sipil mengalami luka-luka, dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal.

Serangan-serangan tersebut juga mengakibatkan kematian terhadap kelompok kombatan, dari berbagai kubu yang terlibat perang.

Sebanyak 5.712 petempur dari pihak oposisi dan oposisi Islamis, Jabhah Nushrah (Fathu Syam), kelompok Islam Turkistan dan lain-lain, termasuk korban tewas dari ISIS.

Sekutu Assad, Rusia, yang terlibat dalam serangan udara sejak akhir September 2015, secara total telah membunuh 9.892 manusia.

Mereka adalah 4.075 warga sipil, yang terdiri dari 990 anak/remaja di bawah 18 tahun, 565 perempuan serta 2.520 laki-laki.

Sisanya adalah dari kelompok kombatan berbagai kubu yang terlibat perang.

Menurut SOHR, statistik ini menunjukan bahwa warga sipil Suriah menjadi korban utama dalam perang tersebut.

"Kami mendokumentasikannya dengan tujuan untuk merekam kejahatan terhadap kemanusiaan yang terus berlangsung di Suriah", tulis kelompok ini di situsnya. (SOHR)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.