Eksekusi hukuman cabuk bagi pelanggar syariat Islam di Aceh. sumber : Antaranews

7 laki-laki dan 6 perempuan pelanggar syariat Islam menjalani hukuman cambuk di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (17/10), sebagaimana dilansir dari Antara.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, bersama ratusan warga menyaksikan eksekusi hukuman cambuk pada para pelanggar syariat Islam.

Mereka dihukum karena terbukti melakukan perbuatan mesum, berkhalwat dan ikhtilat, melanggar Pasal 23 Ayat (1) Qanun No.6 Tahun 2014 tentang Jinayat.

Ketiga belas terpidana mendapat hukuman cambuk beragam antara sembilan kali sampai 25 kali cambuk.

Sementara eksekusi hukuman cambuk terhadap terpidana yang bernama Auza Amanda binti Mansurddin ditunda karena yang bersangkutan sedang hamil. Eksekusi hukumannya akan dilakukan setelah ia melahirkan.

Zainal Arifin mengatakan pengenaan hukuman cambuk merupakan bagian dari pelaksanaan syariat Islam yang ditujukan untuk memberikan pembelajaran kepada warga supaya tidak melanggar hukum.

"Pelaksanaan hukuman cambuk ini sudah banyak dilakukan di Kota Banda Aceh. Dan ini membuktikan bahwa pemerintah kota dan masyarakat Banda Aceh berkomitmen melaksanakan dan menegakkan syariat Islam", kata Zainal kepada Antara.

"Kami berharap, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang melanggar syariat Islam dan dihukum cambuk. Untuk itu, kami mengajak masyarakat melaksanakan syariat Islam secara kafah atau menyeluruh", pintanya. (Antaranews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.