Assad bersama pejabat dan mufti pendukungnya (foto),
Ribuan warga Sunni kota Daraya dengan berat hati meninggalkan kampung halamannya sejak 26 Agustus lalu, setelah tercapai kesepakatan antara rezim Damaskus dengan grup oposisi lokal.

Assad ingin Daraya, yang sangat dekat ibukota Damaskus itu, segera dikosongkan. Baik dari warga sipil maupun para pejuang oposisi Sunni. Jika tidak, militer rezim akan melakukan serangan besar-besaran.

Negosiasi berlangsung alot, para kombatan setuju evakuasi warga sipil, tapi mereka menolak meninggalkan kota itu. Sehingga pihak rezim menyatakan tidak bisa menjamin keselamatan warga sipil.

Kesepakatan akhirnya tercapai untuk mengosongkan Daraya. Kombatan, keluarganya, atau warga sipil lain, dipindah menuju wilayah Idlib, maupun kota lain yang dikontrol Assad, yaitu Sehnaya di sebelah selatan Daraya.

Idul Adha pertama di luar kampung
Tahun ini, menjadi tahun pertama bagi warga Daraya (yang telah berada Idlib) bisa shalat Idul Adha dengan tenang setelah sebelumnya terkepung hampir 4 tahun.

Warga Daraya berhari raya di Idlib (foto),
Para aktivis pro oposisi menilai, pengosongan Daraya oleh pihak rezim adalah upaya politik sektarianisme dengan membersihkan warga Sunni dari tempat asalnya, sebagaimana yang diupayakan Damaskus di beberapa kota terkepung lainnya.

Tak kurang dari 8000 warga sipil dan 800 pejuang oposisi meninggalkan kota. Para pejuang ini terus angkat senjata dengan bergabung dengan kelompok oposisi di Idlib.

Selama berada di Daraya, mereka menyaksikan ribuan kerabat dan saudaranya mati oleh serangan bom Birmil maupun di tangan pasukan rezim, terutama episode berdarah di awal revolusi.

Hingga Agustus 2012, kota ini menjadi saksi pembantaian langsung milisi pro Assad, yaitu Syabihah. Aksi represif dilakukan dengan alasan "mencari teroris", yaitu warga lokal yang mulai melakukan perlawanan pada Damaskus.

Idul Adha di Daraya
Presiden Suriah Basyar al-Assad, yang diketahui sebagai pengikut sekte Alawite, ikut melakukan shalat Idul Adha di sebuah masjid di Daraya, Senin (12/9).

Alawite atau Nushairiyah adalah sebuah sekte sempalan Syi'ah yang dianggap sudah keluar dari Islam. Merupakan latar belakang keluarga Assad di provinsi Latakia, sekaligus masyarakat minoritas kantong pendukung utama rezim.

Dalam foto yang dilansir kantor berita Suriah, SANA, Assad terlihat duduk bersimpuh sambil berdoa di tengah ruangan masjid bersama peserta lainnya, termasuk mufti pendukungnya, Ahmad Badreddin Hassoun.

Selama bertahun-tahun Daraya menjadi perhatian internasional, karena sejak November 2012 kota ini dikepung oleh pemerintah Assad. Hanya ada sekali bantuan kemanusiaan PBB yang diizinkan masuk, yaitu pada Juni lalu.

Kota juga terus dihujani bom Birmil atau barrel/drum, sehingga dijuluki sebagai "ibukotanya bom Birmil". Menyebabkan kerusakan meluas di semua penjuru.

Seperti dilansir Reuters, kota ini sempat jadi simbol perlawanan pemberontak terhadap diktator Assad yang dianggap sangat kejam.

Lepasnya Daraya dipandang sebagai salah satu kemunduran oposisi di front tempur dekat ibukota Damaskus.

Kelompok oposisi yang merupakan pejuang Islam Sunni dan jihadis, saat ini memiliki kontrol terkuat provinsi Idlib dan sebagian besar wilayah pinggiran Aleppo.

Sedangkan di dekat Damaskus, tinggal Ghouta Timur yang menjadi pertahanan terkuat bagi oposisi Jaisyul Islam.

Sementara di dekat kamp Yarmouk, oposisi harus berurusan dengan kelompok ultra ekstrimis ISIS yang mengontrol sebagian wilayah.

Campur tangan negara besar
Proses perundingan damai untuk menemukan solusi politik dan mengakhiri perang Suriah hingga kini masih buntu, tapi baru-baru ini coba kembali dihidupkan setelah tercapai kesepakatan antara AS dan Rusia.

AS dan Rusia, dua kekuatan besar yang terlibat dalam konflik Suriah pada sisi berbeda, telah beberapa kali bertemu dalam mencari solusi politik .

Namun pada pembicaraan pada Jum'at (9/9) lalu di Jenewa, Menlu AS, John Kerry, dan Menlu Rusia, Sergei Lavrov, belum mencapai kesepakataan jelas jangka panjang.

Kerry mengatakan pembicaraan dengan Lavrov sebenarnya telah "mencapai kejelasan tentang upaya ke depan".

Meski keduanya masih membicarakan beberapa rincian upaya menghentikan peperangan dan meningkatkan bantuan kemanusiaan.

"Kami tidak ingin asal-asalan membuat kesepakatan. Kami ingin membuat kesepakatan yang efektif demi rakyat Suriah, agar kawasan ini lebih stabil dan aman, dan untuk itulah kami berada di Jenewa demi menemukan solusi politik", kata Kerry. (CNN Indonesia/Reuters/Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.