Ribuan umat Islam hadir di Istiqlal, hari Minggu (foto),
Berbagai elemen umat Islam yang jumlahnya ditaksir ribuan orang bersatu memutihkan masjid Istiqlal jelang shalat Zhuhur pada Minggu (18/9).

Acara bertema 'Silaturahim Akbar dan Doa untuk Kepemimpinan Islam di Jakarta' ini berlangsung semarak dan kondusif, dengan dihadiri berbagai tokoh dan alim ulama lintas harakah.


Seperti dilansir Detikcom, pertemuan dimulai dengan menunaikan shalat Zhuhur secara berjama'ah dan dilanjutkan dengan doa bersama. Para tokoh kemudian satu per satu menyampaikan materi ceramah mereka.

Beberapa tokoh yang hadir diantaranya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Bachtiar Nasir, Ketua Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat Nasional Didin Hafidhuddin, Imam Besar FPI Habib Rizieq, Ustadz Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah) dan lain-lain.

Sementara elemen ormas yang terlihat menunjukkan atributnya yakni Forum Komunikasi Keluarga Besar Betawi (Forkabbi) dan Front Pembela Islam (FPI).

Dalam ceramahnya, Amien Rais mengajak umat Islam harus bersatu melawan orang musyrik dan munafik.

"(Di) Qur'an Allah jelas membedakan manusia itu ada dua kelompok, yang satu hizbullah yang satu hizbussyaitan. Jadi orang musyrik, munafik, itu melawan Muslim secara total. Jangan sampai kita terbawa", ujar Amien.

"Sampai kapan pun kita lawan sebagai persatuan umat. Pokoknya kita kan lawan secara konstitusional, kita akan lawan secara hukum. InsyaAllah kita menang", ajaknya.

Sedangkan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan jika semua akhlak politik berawal dari masjid. Oleh sebab itulah, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengerti Islam.

"Ya Allah, berikanlah kami pemimpin terbaik, yang istiqomah, yang Muslim. Saya yakin bulan Februari 2017 kita punya pemimpin baru. Susah kalau pemimpin yang tidak mengerti Islam", kata UBN.

Ia juga berpesan agar umat Islam tidak menggunakan emosi sehingga akhirnya loyo sendiri.

"Cara meraih kemenangan untuk mewujudkan pemimpin Muslim jangan gampang marah. Tapi lawan! Kalau gampang marah, nanti cepat lobat (baterai lemah/loyo). Kalau lobat, mudah disogok. Yang datang di Istiqlal dari kyai hingga anak-anak dari panti asuhan. Kenapa? Karena tokohnya mau bersatu. Kita sudah lobi, tidak ada lagi kelompok Muslim yang golput", ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengajak seluruh umat Islam agar tidak melakukan tak golput dalam momen Pilkada serentak pada 2017 mendatang.

"Dari masjid kita membangun peradaban. Dari masjid kita menghadirkan pemimpin Muslim", tutur Hidayat.

"Mereka harus memilih, umat Islam harus memilih, jangan golput", lanjutnya, di sela ceramahnya di masjid Istiqlal.

"Jakarta akan bertemu peristiwa yang sangat penting tentu saja pemilihan kepala daerah. Memilih pemimpin seperti kondisi ibadah. Kenapa dia dijadikan imam, karena layak", ujar Wakil Ketua MPR ini. (Detikcom/AQL/FB)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.