Mufti besar Arab Saudi (foto),
Mufti Besar Arab Saudi, Syaikh Abdulaziz Alu Syaikh menyebut para pemimpin Iran bukanlah Muslim.

Alu Syaikh menyatakan bahwa Iran memandang penganut Sunni, yang mayoritas di wilayah Saudi sebagai musuh mereka.

Pernyataan Alu Syaikh ini menanggapi komentar pemimpin tertinggi Republik Syi'ah Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang mengkritik keras pengelolaan haji oleh Saudi.

Khamenei juga menyerukan kepada negara-negara Muslim agar mengakhiri pengelolaan tanah suci oleh Saudi.

Seperti dilansir Detikcom dari Reuters, Rabu (7/9/2016), Alu Syaikh mengaku tidak terkejut dengan pernyataan keras Khamenei.

Dimana selama ini, hubungan Saudi dan Iran terus diwarnai ketegangan regional yang makin diperparah oleh berbagai insiden, seperti tragedi Mina pada tahun 2015 yang menewaskan 2.300 orang termasuk 464 jemaah haji asal Iran.

"Kita harus tahu bahwa mereka bukan Muslim... Kebencian mereka terhadap Muslim sudah sejak lama dan musuh utama mereka adalah pengikut Sunnah", ucap Alu Syaikh seperti dikutip media lokal berbahasa Inggris, Arabnews.

Lebih lanjut, Ulama tanah suci itu menyebut para pemimpin Iran sebagai pengikut 'Majusi', istilah yang merujuk pada ajaran Zoroastrianisme, yakni keyakinan kuno yang dipraktikkan di wilayah Persia sebelum Islam menaklukkannya pada era Khalifah Umar bin Khattab.

Pernyataan Alu Syaikh memancing komentar dari Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, yang mengkritik ideologi Sunni Islam Wahhabi di Saudi.

"Tentu, tidak ada persamaan antara 'Islam Iran' dan kebanyakan muslim dan ekstremisme bigot yang dikhutbahkan oleh ulama tinggi Wahhabi dan pakar teror Saudi", sebut Zarif via akun Twitternya.

Iran sebagai basis ideologi Syi'ah memang menjadikan Muslim Sunni yang mereka sebut "Wahhabi" sebagai musuhnya, karena tidak berkompromi dengan ideologi Syi'ah yang meyakini adanya "Imam Maksum" pasca Nabi Muhammad.

Sebelumnya, pemimpin spiritual Republik Syi'ah Iran, Ayatollah Khamenei menyebut otoritas Saudi telah menghalangi jalan ke rumah Allah (tanah suci).

Ini disampaikannya setelah jama'ah Iran tidak bisa berhaji pada tahun ini setelah tidak tercapainya kesepakatan kedua negara yang tak memiliki hubungan diplomatik itu.

Khamenei juga menyebut Saudi telah membunuh para jama'ah haji dalam insiden Mina tahun lalu.

"Keraguan dan kegagalan menyelamatkan orang-orang yang terluka dan meregang nyawa... juga jelas dan tidak dapat dibantah. Mereka membunuhnya," sebut Khamenei merujuk pada otoritas Saudi.

Sementara pihak Arab Saudi menyatakan jika gagalnya jama'ah asal Iran berhaji karena dilarang oleh Teheran sendiri.

Mei lalu, Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir menyebut sebab gagalnya negosiasi adalah permintaan tak masuk akal pihak Iran yang menginginkan jaminan keamanan, termasuk untuk aksi demonstrasi.

Jama'ah asal Iran pada tahun ini sebenarnya tetap bisa berhaji, namun semua pengurusan harus dilakukan dari negara ketiga. (Detik/Reuters/Arabnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.