18 truk kemanusiaan hangus akibat serangan (foto),
Konvoi bantuan kemanusiaan ke beberapa kota Suriah ditunda karena tim meninjau ulang kondisi keamanan setelah serangan mematikan ke truk bantuan dan kekerasan yang terus meningkat pasca pencabutan gencatan senjata oleh pemerintah Assad.

Helikopter rezim Suriah atau jet Rusia dilaporkan menyerang konvoi bantuan pinggiran Aleppo pada Senin malam, menewaskan 12 orang relawan kemanusiaan, termasuk direktur Bulan Sabit Merah setempat, Omar Barakat.

Akibat insiden itu, PBB langsung menghentikan sementara semua operasi bantuan kemanusiaan di Suriah.

"Sebagai langkah pengamanan cepat, konvoi bantuan di Suriah untuk sementara ditangguhkan", kata Jens Laerke, juru bicara badan kemanusiaan PBB, dikutip CNN Indonesia dari AFP.

"Ini menandai hari yang sangat.. sangat suram bagi bantuan kemanusiaan di Suriah dan di seluruh dunia", katanya, sembari menekankan bahwa pihaknya tengah menyusun kronologi kejadian melalui investigasi independen.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Palang Merah Internasional.

"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Kami melihat kembalinya tindakan kekerasan, dan peningkatan pertempuran di banyak lokasi", ujar Robert Mardini, Direktur Palang Merah Internasional (ICRC) untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, kepada Reuters.

"Kami punya rencana di empat kota, tapi saat ini ditunda untuk menilai kembali kondisi keamanan", katanya.

Kota yang dimaksud adalah Madaya dan Zabadani dekat perbatasan Lenanon yang dikepung rezim bersama kelompok teroris Hezbollah, serta kota Syi'ah al-Fu'ah dan Kafraya di Idlib yang dikepung oposisi.

Pada serangan Senin malam, sedikitnya 18 dari 31 truk kemanusiaan yang dikoordinasi PBB dan Bulan Sabit Merah Suriah (SARC), musnah bersama sebuah gudang di markas SARC, ungkap juru bicara PBB Stephane Dujarric di New York.

Konvoi itu rencananya akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada 78.000 orang yang berada di jangkauan dari markas operasi di kota Urum al-Kubro.

Meninggalnya Omar Barakat membuat tim tersebut masih syok, sementara korban lain adalah para relawan supir truk.

"Omar terluka parah dan tim penyelamat kehilangan kontak dengannya selama dua jam. Ketika dievakuasi, ia tidak bisa lagi bertahan akibat luka yang diderita", kata Mardini.

Secara terpisah, rombongan SARC/ICRC tiba ke kota Talbiseh, Homs. Menjadi konvoi terbaru sejak Juli lalu, dan membawa bahan kebutuhan bagi lebih dari 80.000 orang.

Tim harus berada di sana pada Senin malam karena terjadi pertempuran intensif di kawasan itu.

"Sulit untuk memprediksi daerah itu untuk beberapa jam ke depan karena anda berhadapan dengan campuran antara peningkatan pertempuran dan politisasi bantuan kemanusiaan... Ini adalah waktu penting untuk memisahkan kerja kemanusiaan dengan politik", kata Mardini. (Reuters/AFP/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.