Negara-negara Pasifik memiliki risiko tertinggi (foto),
Kawasan Teluk Arab ternyata dianggap sebagai wilayah yang paling aman di dunia, menurut penelitian Institut Lingkungan dan Keselamatan Manusia dari Universitas PBB.

Qatar dan Arab Saudi menduduki peringkat teratas, masing-masing di urutan pertama dan ketiga. Berkat kecilnya ancaman bencana alam serta upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, keamanan dan infrastruktur.

Negara Teluk lain seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, Oman dan Kuwait, semuanya berada di zona hijau.

2 raksasa ekonomi dunia berada di posisi moderat. Amerika Serikat di peringkat 45, sedangkan China ada di urutan 87.

Adapun negara-negara yang memiliki tingkatan paling berbahaya di dunia berada di kawasan Pasifik, yaitu Vanuatu, Tonga dan Filipina. Lalu disusul Guatemala dan Bangladesh.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas PBB ini mengulas studi analisa bencana di 171 negara serta tingkat risiko yang dimiliki.

Menurut pemimpin proyek penelitian itu, Peter Myuk, survei dilakukan dengan memperhitungkan berbagai parameter.

Seperti kondisi lingkungan, alam dan manusia di suatu negara, lalu infrastruktur, kemampuan memberikan keamanan bagi penduduk dan tanggap bencana di negara tersebut.

Bencana alam seperti kebakaran, tsunami dan gempa bumi mengurangi proporsi keamanan dan keselamatan hidup manusia.

Vanuatu dan Tonga berada di posisi berbahaya karena seringnya dilanda gempa dan bencana vulkanik, sehingga membuat rendah tingkat keselamatan di sana.

Selain itu, banyaknya negara Afrika yang masuk zona merah, merupakan perwujudan rendahnya pembangunan di kawasan itu.

Sebaliknya, negara-negara maju di kawasan Eropa memiliki peringkat tinggi dalam daftar. Ini disebabkan oleh infrastruktur yang baik, kecukupan pangan yang baik dan kualitas sarana telekomunikasi, listrik, pengolahan limbah, air atau layanan lainnya yang diperlukan.

Australia hanya berada peringkat teraman ke-51, disebabkan oleh bencana banjir yang kerap melanda sepanjang tahun di wilayahnya.

Sama dengan Jepang, meski termasuk negara maju dan memiliki infrastruktur sangat baik, tapi negeri Sakura itu berada di urutan 155 karena kerap menderita bencana alam. Indonesia sendiri berada di urutan 136.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa negara-negara seperti Liberia (116), Zambia (106) dan Afrika Tengah (101) memiliki masalah soal rendahnya pelayanan kesehatan, kemampuan evakuasi dan layanan ambulans untuk pertolongan medis.

Banyak pula negara yang memiliki infrastruktur jalan yang buruk, sehingga menyulitkan tim tanggap darurat dalam memberikan bantuan saat bencana alam.

Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun negara-negara di dunia ini mustahil bisa mengetahui atau mengontrol penanganan bencana secara akurat, namun mereka bisa berupaya untuk meminimalisir dampak kerusakan maupun jumlah korban. (Arabnews/WRR/UNU)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.