Plotting lokasi serangan dan kematian menurut LiveUMap (foto),
Pesawat-pesawat tempur membombardir Aleppo timur pada hari Jum'at, menjadikan kota terkepung itu mengalami apa yang warga lokal gambarkan sebagai "kebrutalan yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Serangan udara masif ini adalah babak baru setelah militer rezim Suriah yang didukung Rusia, mengumumkan operasi besar untuk merebut seluruh kota, yang bagian timurnya masih dikuasai oposisi Sunni.

Puluhan orang terbunuh, sementara rumah-rumah dan bangunan hancur seketika. Sebuah video yang direkam oleh warga menunjukkan penyelamatan seorang gadis kecil dari puing.

Anak perempuan itu berteriak, sementara para penyelamat terlihat panik saat membongkar reruntuhan, sebelum akhirnya berhasil menarik keluar gadis itu hidup-hidup. Gurat wajah para penyelamat menampakkan rasa haru.

Video lain merekam momen ketika para penyelamat menggali puing dengan tangan kosong untuk menarik keluar seorang balita.

Pekik takbir "Allahu Akbar" bergema setelah mereka mengeluarkan tubuh mungil itu. Namun video tidak memastikan apakah anak tersebut masih hidup atau tidak, karena segera di bawa pergi.

Bayi tersebut tak bergerak
Rezim Assad dengan dibantu sekutunya, Rusia, Iran dan milisi Syi'ah asing, bertekad untuk menghabisi seluruh pejuang oposisi di kota yang terkepung, meski masih ada 250-300 ribu warga sipil di sana.

"Bisakah anda mendengarnya? Kawasan yang sekarang dihantam rudal. Kami bisa mendengar suara pesawat itu sekarang. Pesawat-pesawat tidak pernah meninggalkan langit, juga helikopter, bom Birmil (barrel), lalu pesawat tempur", kata Muhammad Abu Rajab, seorang ahli radiologi, kepada Reuters.

Kelompok Pertahanan Sipil yang beroperasi di daerah oposisi mengatakan bahwa sedikitnya 70 orang tewas dan 40 bangunan hancur, pada hari Jum'at.

Sedangkan kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) memberi angka korban tewas yang bisa diverifikasi mencapai 27 orang.

Ammar al-Selmo, kepala Pertahanan Sipil setempat, mengatakan jika tim penyelamat pun adalah sasaran serangan udara, dimana 3 dari 4 markas mereka di kota Aleppo telah dibom.

"Apa yang terjadi sekarang adalah pemusnahan dalam bentuk semua istilah. Hari ini terjadi pemboman yang lebih ganas, dan jumlah pesawat yang lebih banyak", jelasnya.

Ia menyebut setidaknya ada satu lima pesawat tempur terbang (yang diidentifikasi milik Rusia) mondar-mandir di langit kota itu.

Gelombang pengeboman dimulai sejak Jum'at pagi pukul 06.00 waktu setempat, setelah sebelumnya terjadi serangan besar-besaran sepanjang malam.

Serangan ini adalah hasil pengumumkan Kamis malam, bahwa militer Assad akan meluncurkan operasi untuk merebut kembali bagian timur kota yang dikuasai oposisi.

Pengumuman yang menyebabkan diplomat Barat khawatir jatuhnya korban massal jika rezim meluncurkan serangan penuh, sedangkan ratusan ribu warga sipil terperangkap di dalam kota.

"Satu-satunya cara untuk merebut Aleppo timur adalah dengan (melakukan) suatu kekejaman mengerikan yang akan mempengaruhi antar generasi. Ini akan tercatat dalam sejarah", kata seorang diplomat Barat anonim kepada Reuters.

Operasi militer ke Aleppo dipandang sebagai penolakan Basyar al-Assad dan Rusia atas permohonan penghidupan kembali gencatan senjata (yang telah dicabut pada hari Senin) dari Menlu AS John Kerry.

Rezim Damaskus memandang merebut seluruh bagian kota stategis Aleppo adalah pencapaian besar untuk menguatkan kekuasaan Assad, dengan apapun risikonya.

Serangan menyeluruh
Pada ultimatum Kamis malam, militer Assad memperingatkan warga agar menjauh dari apa yang disebut sebagai "markas atau posisi kelompok teroris bersenjata".

Menurut sumber militer rezim, serangan akan dilakukan secara "komprehensif", melalui kombinasi serangan darat, udara dan pemboman artileri.

Beberapa warga menyatakan kekuatan ledakan jauh lebih besar dari apa yang pernah melanda kota itu sebelumnya. Bom menyebabkan kawah besar dan membuat bangunan rata dengan tanah seketika.

"Saya terbangun karena getaran kuat, meski saya berada di tempat yang jauh dari lokasi rudal itu mendarat", kata seorang komandan oposisi. Ia juga menyebut ada 3 anggotanya yang 'syahid' di bawah reruntuhan.

Militer Assad dan sekutunya berupaya meraih kemajuan di beberapa distrik tetapi berhasil dipukul mundur, ungkap Zakaria Malahifji, seorang perwakilan di Turki dari salah satu faksi pejuang di Aleppo.

Sementara itu SOHR melaporkan jika pasukan Assad meraih beberapa kemajuan di wilayah selatan.

Sebelumnya Assad sesumbar untuk terus melanjutkan perang dalam sebuah wawancara, ia menuduh konflik panjang ini adalah akibat "faktor asing", termasuk dalam melawannya.

Dimana oposisi yang melawan Assad disebutnya telah didukung oleh Arab Saudi, Qatar, Turki dan Amerika Serikat.

Basyar al-Assad naik ke tampuk kekuasaan Suriah mewarisi dari ayahnya, Hafidz al-Assad, pada tahun 2000.

Suriah diperintah dengan hukum darurat selama 40 tahun sejak kekuasaan mutlak partai Ba'ats, yang kemudian dikendalikan sepenuhnya oleh keluarga Assad dari minoritas Syi'ah Nushairiyah, di tengah mayoritas penduduk Muslim Sunni.

Pada tahun 2011 terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap sekelompok anak yang menuliskan coretan dinding anti Assad dan revolusi. Kejadian itu berlangsung di kota Dara'a, selatan negeri.

Prosesi pemakaman korban dihadiri banyak orang namun berubah jadi aksi protes massal, dan terus meluas karena ditanggapi militer rezim dengan kekerasan, termasuk diberlakukannya pengepungan ke kota itu

Kemarahan terus menyebar ke seluruh penjuru negeri, menyebabkan aksi demo damai muncul di berbagai kota.

Tanggapan brutal militer tanpa henti pada demonstran (oposisi) akhirnya perlawanan bersenjata. Warga penentang bersama tentara pembelot membentuk FSA untuk melawan Assad. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.