Mayat warga sipil berserakan di Aleppo akibat serangan Assad/Rusia (foto),
Juru bicara Komite Negosiasi Tinggi Suriah (HNC) Riyad Nassan Agha mengungkapkan bahwa lebih dari 600 ribu warga Suriah menghadapi ancaman genosida di Aleppo.

Risiko ini semakin meningkat akibat gempuran udara oleh militer rezim Suriah dan Rusia, yang disusul serbuan pasukan darat ke wilayah oposisi yang terkepung itu.

Seperti dikutip CNN Indonesia, Agha pada Selasa (27/9) menyatakan kepada saluran televisi Al-Hadath, bahwa hampir dua juta orang kini hidup tanpa pasokan air minum yang pasti.

Kondisi ini terjadi setelah Aleppo digempur besar-besaran oleh pasukan rezim Suriah yang didukung milisi Syi'ah asing dan jet tempur Rusia.

Pernyataan itu dikemukan Agha menyusul seruan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk mengevakuasi puluhan warga yang sakit atau terluka dari wilayah timur Aleppo ke tempat yang lebih aman.

Sejak gencatan senjata dicabut Assad Senin pekan lalu, gempuran ke kota Aleppo dengan serangan udara terus terjadi.

Pada Kamis (22/9), Assad mengumumkan operasi besar untuk merebut seluruh kota dari kelompok pejuang Sunni tersisa.

Menyebabkan datangnya serangan udara lebih intensif ke kota, dan menjadi akhir pekan yang mengerikan. Lebih dari 300 warga sipil tewas selama beberapa hari pemboman masif ke kawasan pemukiman.

Hal itu membuat Rusia dikecam AS dalam sebuah pertemuan di Dewan Keamanan PBB pada Minggu (25/9), sebagai tindakan barbar.

Hari ini, 2 rumah sakit rusak dan sebuah tokoh roti di Aleppo timur menjadi sasaran serangan altileri dari arah posisi militer Assad. Saat itu warga sedang antri untuk penjatahan roti di kawasan al-Ma'adi.

Pembagian roti yang jadi malapetaka karena dibom pasukan Assad
Menurut keterangan sumber lokal dan kelompok pemantau SOHR, sedikitnya enam orang tewas akibat tembakan artileri itu, mereka adalah warga yang sedang melakukan antrian.

Salah satu rumah sakit yang rusak berada di dekat toko roti. Sementara 1 rumah sakit lainnya ada di distrik tetangga, Sakhour.

Mohammad Abu Rajab, seorang ahli radiologi di rumah sakit rusak yang berkode M10, mengatakan bahwa rudal menghantam lokasi sekitar jam 4 pagi waktu setempat.

"Puing-puing jatuh mengenai pasien di unit perawatan intensif (ICU)", katanya kepada Reuters, langsung dari Aleppo.

Serangan juga merusak suplai oksigen dan generator rumah sakit, menyebabkan pasien harus dipindah ke rumah sakit lain, ungkap tenaga medis di M10.

Sehari sebelumnya, Selasa (27/9), sebanyak 22 warga sipil menjadi korban serangan udara di distrik Sha'ar.

Lebih dari 250.000 warga sipil diperkirakan dikepung di Aleppo timur oleh Assad dan milisi Syi'ah, dimana hujan bom, habisnya pasokan medis dan pemutusan suplai air bersih telah mengubah kota itu menjadi seperti neraka. (Reuters/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.