Kesaktian dukun pengganda uang (foto),
Penangkapan Taat Pribadi, warga Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur, merembet ke permasalahan sosial.

Pasalnya hingga saat ini para pengikut pria yang dikenal dengan sebutan Dimas Kanjeng ini masih belum lepas dari pengaruh praktik penggandaan uang.

Bahkan, Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Setiaji akan menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forpimda) untuk melakukan rehabilitasi kepada para pengikut atau korban penggadaan uang.

"Kemarin saya sudah perintahkan Kapolres Probolinggo agar menggelar pertemuan dengan Forkopimda setempat. Nanti akan akan bertemu dengan Gubernur Jatim dan Pangdam untuk membicarakan korban Taat Pribadi", kata Anton di Mapolda Jatim, Senin (26/9), seperti dilansir Okezone.

Usai ditangkap beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih banyak pengikut yang bertahan di sekitar lokasi Yayasan Dimas Kanjeng yang ada di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Bahkan, beberapa meyakini jika yang ditangkap oleh Polisi sebenarnya bukanlah Taat Pribadi yang asli.

"Mereka bertahan karena meyakini bahwa yang ditangkap polisi bukan Taat Pribadi asli. Mereka juga masih berharap uang yang mereka setorkan ke padepokan akan kembali dengan jumlah berlipat. Kemungkinan mereka akan direhabilitasi", jelas Anton.

Terhadap kasus Taat Pribadi ini, penyidik masih fokus untuk mendalami keterlibatan laki-laki berusia 46 tahun yang diduga sebagai otak pembunuhan dua penghuni yayasan tersebut.

Sementara untuk praktik penggandaan uang akan didalami nanti. "Kami fokus kasus pembunuhannya", ujarnya.

Seperti diketahui, Taat Pribadi atau yang dikenal dengan sebutan 'Kanjeng Dimas Taat Prbadi' ditangkap oleh Petugas Gabungan dari Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis 22 September 2016.

Ia ditangkap karena diduga menjadi otak pembunuhan Abdul Ghoni. Penangkapan ini cukup menghebohkan warga dan sejumlah pengikutnya yang ada di lokasi yayasan itu karena dalam penangkapan ini polisi mengerahkan 600 personel.

Selanjutnya, Taat digelandang ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan. Namanya sempat heboh dengan praktik penggandaan uang serta memiliki banyak pengikut.

Bahkan, beberapa videonya banyak tersebar di Youtube. Salah satunya berjudul ‘Heboh Hitung Duit "Mas Kanjeng Kun Fayakun’. (Okezone)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.