Taat Pribadi ditahan aparat (foto),
Masih ingat video menghebohkan yang beredar beberapa tahun silam, saat seorang pemimpin padepokan menunjukkan "kesaktian" dengan cara mengeluarkan banyak uang dari balik tubuhnya?

Dialah sosok Taat Pribadi atau lengkapnya disebut Kanjeng Dimas Taat Pribadi, yang diyakini pengikutnya, konon, bisa memperbanyak uang atau mencetak kekayaan baru tanpa usaha.

Pada Kamis (22/9) Taat Pribadi dibekuk anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim karena diduga sebagai dalang pembunuhan dua pengikutnya, Abdul Gani dan Ismail.

Tersangka yang videonya tersebar di YouTube diantara tumpukan uang itu ditangkap di padepokannya, Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Untuk menangkap tersangka, Polda Jatim harus mengerahkan 600 personel, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, sebabnya Taat dikenal punya banyak pengikut dan ditokohkan.

Unsur yang dilibatkan yakni 6 SSK (Satuan Setingkat Kompi) Sat Brimobda Polda Jatim, 9 SSK Polres Sabara (Polres Jember, Polres Madiun, Polres Sidoarjo, Polres Malang, Polres Bojonegoro, Polres Probolinggo), serta 300 personel pendukung termasuk pengamanan tertutup.

Tak tanggung-tanggung, pemimpin penangkapan tersangka Taat adalah Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Gatot Subroto.

Juga disaksikan Kasat Brimobda Jatim Kombes Pol Rudi Kristianto, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Hendhi Yustian Danang Suta, dan Sub POM Probolinggo Kapten CPM Maulana.

Proses penangkapan di padepokan tersangka yang luasnya dua kali lapangan sepakbola itu disiapkan harus berjalan dengan rapi.

Pasukan sudah berkumpul sejak Kamis dini hari pukul 01.00 WIB di lapangan Desa Wangkal Kecamatan Gading. Lalu pukul 05.30 WIB pasukan bergerak menuju padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi.

Sekitar pukul 05.55 WIB pasukan tiba di padepokan untuk menggeledah dan menangkap tersangka.

Kemudian sekitar pukul 06.10 WIB barulah tersangka Taat Pribadi berhasil ditangkap di Fitnes Centernya bersama seorang pengikut bernama Sapi'i.

Keduanya lantas dibawa keluar padepokan menggunakan kendaraan Rantis milik Satbrimobda Polda Jatim menuju Mapolda Jatim.

Penangkapan Taat Pribadi didasarkan atas laporan polisi pada tanggal 6 Juli 2016. Tersangka disinyalir terlibat pembunuhan berencana terhadap korban Abdul Gani dan Ismail.

Kedua korban adalah pengikut yang ingin membongkar rahasia padepokan milik Taat, terutama terkait praktik penggandaan uang. Bahkan uang yang ada begitu banyak di tempat tinggalnya (padepokan).

Dari situ, tersangka Kanjeng Dimas Taat Pribadi memerintahkan Wahyu dan anak buahnya membunuh Abdul Gani dan Ismail.

"Untuk sementara, Taat Pribadi ini kita tetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan", kata Kombes. Pol Raden Prabowo Argo Yuwono Kabid Humas Polda Jatim, Kamis.

Saat disinggung tentang tersangka yang mempunyai padepokan dengan sebutan 'Kanjeng Dimas Taat Pribadi', Argo belum berani menyimpulkan secara dini.

Apalagi tentang informasi tentang penggandaan uang seperti yang beredar di media sosial, kasus belum mengarah ke sana.

"Ini masih dilakukan penyelidikan, yang jelas Taat Pribadi adalah tersangka kasus pembunuhan", ujarnya.

Argo menjelaskan, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut, berawal dari temuan mayat yang diketahui bernama Abdul Gani di wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, sekitar bulan Juli lalu.

Selain itu, juga ditemukan sesosok mayat di wilayah Probolinggo, korbannya diketahui bernama Ismail. Dari dua jenazah tersebut diketahui cara pembunuhannya sama, yakni dipukul dan dijerat lehernya.

Polisi dari Probolinggo kemudian melakukan penyelidikan, berkoordinasi dengan Polda Jatim. Ternyata, aksi pembunuhan itu saling berkaitan.

Polres Probolinggo, dan Polda Jatim akhirnya melakukan koordinasi juga dengan Polda Jawa Tengah. Tidak lama setelahnya, Polda Jatim menangkap sepuluh orang tersangka.

"Mulanya penyidik menangkap sepuluh orang tersangka. Setelah diperiksa penyidik, sepuluh tersangka mengaku disuruh sama Taat Pribadi. Dari situ, polisi langsung melayangkan surat pemanggilan tersangka", ujarnya.

Dari surat pemanggilan tersebut, tersangka tidak mengindahkan. Bahkan, penyidik Polda Jatim yang menangani, tiga kali mengirim surat, tapi tersangka Taat Pribadi tidak mau penuhi panggilan penyidik.

"Akhirnya, kita terpaksa melakukan penjemputan paksa untuk menangkap tersangka di rumahnya", kata Argo.

Untuk mengenai motifnya, Argo mengaku masih belum mengetahuinya. Sebab, masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

"Sabar, ini tersangka masih diperiksa penyidik", ujarnya. (Surya Malang/Suara Surabaya)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.