Hewan Kurban dijajakan di pinggir jalan (foto CNN Indonesia),
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut arogan oleh pedagang hewan kurban di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Puluhan tahun para pedagang musiman itu berjualan di pinggir jalan, kini mereka was-was diusir Ahok.

"Turun temurun saya sudah dagang di jalanan, enggak ada yang melarang. Cuma Ahok saja yang berani melarang", kata pedagang hewan kurban, Amirudin, saat ditemui di Tanah Abang, Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, tahun lalu para pedagang hewan kurban diusir ketika berjualan bahkan hingga menimbulkan bentrokan. Aparat keamanan gabungan dikerahkan dalam penertiban para pedagang di pinggir jalan.

"Tahun lalu terjadi keributan di sini. Satpol PP, TNI, Polri, diturunin sama Ahok, apa-apaan arogansi dia kayak gitu. Yang dihadapi rakyatnya kok, enggak bisa dia (Ahok) kayak gitu", ujarnya.

Amir mengatakan, para pedagang tidak setuju dengan cara yang digunakan Ahok dalam melakukan penertiban. Seharusnya, kata Amir, gubernur menggunakan cara-cara damai melalui musyawarah.

Lelaki asli Betawi ini mengaku tidak berkeberatan jika para pedagang harus ditertibkan karena alasan mengganggu kebersihan.

Namun pemerintah perlu memberikan pengertian kepada para pedagang. Kalaupun pedagang harus membayar uang kebersihan, Amir memastikan para pedagang bersedia membayarnya.

"Tiap kandang diminta uang kebersihan, silakan, enggak masalah, cuma jangan arogansi Ahok semata, melarang-larang sampai terjadi keributan", tuturnya.

Amir menegaskan, pedagang hewan kurban di Tanah Abang hanya berlangsung musiman, tepatnya menjelang Idul Adha. Lapak yang digelar pun hanya seminggu sebelum hari raya.

"Ahok belum lahir, Tanah Abang sudah ada yang dagang kambing di pinggir jalan. Ini tradisi kita orang Tanah Abang", kata Amir.

Amir mengatakan, aturan mengenai larangan berdagang hewan kurban di pinggir jalan telah diterbitkan sejak era Gubernur Ali Sadikin. Namun saat itu pelarangan tersebut tidak disertai tindakan arogan. Begitu pula dengan gubernur selanjutnya.

"Gubernur Ali Sadikin dan gubernur setelahnya dengan arifnya menerapkan aturan, melarangnya enggak arogan seperti Ahok", ujar Amir.

Meski tahun ini tidak ada bentrokan dan pengusiran, namun para pedagang tetap cemas akan adanya penertiban.

Amir berharap Ahok lebih arif dan bijaksana dalam memimpin Jakarta, bukannya malah bertindak arogan.

Tahun ini Ahok sendiri menyumbang 55 ekor Sapi yang dimaksudkan olehnya sebagai "kurban".

"Untuk Idul Adha tahun ini, ada sebanyak 55 ekor sapi yang saya sumbangkan. Semuanya akan dibagi rata untuk warga. Semuanya akan dibagi rata untuk warga", kata Ahok di Balai Kota, Jum'at kemarin.

Warga yang dimaksud Ahok adalah penghuni rumah susun yang sebelumnya kena gusur Pemprov DKI. Dari 55 ekor sapi yang dikurbankan, diperkirakan ada 7.000 kg daging Sapi yang nantinya akan dibagikan.

Namun dalam Islam, nonmuslim atau orang kafir tidaklah diterima amalannya, meskipun ia mengklaim mengikuti (meniru) cara Islam. Sehingga sumbangan Sapi Ahok hanyalah pembagian daging yang tak bernilai apa-apa. (CNN Indonesia/KonsultasiSyariah)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.