Wilayah Kashmir terpisah oleh kontrol negara-negara nuklir (foto),
Ketegangan terjadi antar 2 negara bersenjata nuklir di kawasan Asia Selatan.

Dua tentara Pakistan terbunuh dalam baku tembak dengan pasukan India di perbatasan sengketa kedua negara, Kashmir, pada Kamis (29/9).

Menurut Direktorat Jenderal Operasi Militer India, baku tembak terjadi setelah pasukan mereka melakukan "serangan terukur" di Kashmir. India mengatakan, serangan itu dilakukan untuk mencegah serangan "teroris" ke Jammu dan Kashmir.

"Operasi ini pada dasarnya untuk memastikan bahwa teroris tidak akan berhasil menyusup dan melakukan kerusakan dan membahayakan kehidupan warga negara kami", kata pejabat militer India, Letnan Jenderal Ranbir Singh, dikutip CNN Indonesia.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk pembunuhan dua tentara dengan menyebutnya sebagai "agresi" dari pasukan India.

Ia mengatakan bahwa pasukan Pakistan memiliki kemampuan mempertahankan wilayahnya dan akan menghentikan setiap "rencana jahat" terhadap negaranya.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan jika tentaranya telah merespons dengan tepat.

"Jika India mencoba melakukan ini lagi, kami akan meresponsnya dengan keras. India melakukan ini hanya untuk menyenangkan publik dan media mereka", kata Asif.

Insiden ini terjadi selang dua pekan setelah 18 tentara India tewas dalam serangan oleh kelompok separatis Muslim ke pangkalan militer di Uri, 102 kilometer dari Srinagar, ibukota negara bagian Jammu dan Kashmir yang dikontrol India.

Serangan tersebut menjadi yang terparah bagi militer India sejak pemberontakan bersenjata meletus di tahun 1989, serta memicu perang urat syaraf antar kedua negara.

Pemerintah India menuding Pakistan berada di balik serangan itu. Perdana Menteri India Narendra Modi langsung melancarkan kampanye internasional untuk mengucilkan Pakistan di ranah global.

India menuduh Pakistan mendukung terorisme dan tidak ingin ikut andil dalam upaya pemberantasan teror dunia.

Wilayah Kashmir yang dikontrol India merupakan daerah dengan mayoritas penduduk Muslim, dimana mereka menginginkan kemerdekaan dari rezim New Delhi atau integrasi ke Pakistan.

Kekerasan di Kashmir meningkat sejak Juli lalu, ketika India membunuh komandan kelompok pemberontak, Hizbul Mujahidin. Memicu aksi protes massal yang berujung bentrokan.

Tentara, polisi dan paramiliter menembaki demonstran dengan senapan angin, memutus sambungan komunikasi dan menerapkan jam malam.

Pakistan selama ini membantah telah membantu kelompok bersenjata. Islamabad menyatakan bahwa dukungannya ke Kashmir adalah solidaritas melalui cara politik dan diplomatik. (CNN Indonesia/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.