Aleppo dibombardir tanpa henti (foto),
Operasi militer besar rezim Basyar al-Assad yang diumumkan hari Kamis (22/9) untuk merebut seluruh kota Aleppo belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan, selain hanya menimbulkan kematian massal pada warga sipil.

Serangan darat oleh milisi al-Quds asal Palestina yang membela Damaskus, ke kamp Handarat di utara kota memang sempat dinyatakan berhasil, namun oposisi Sunni berhasil memukul balik.

Hari Minggu (25/9), kedua pihak masih terlibat pertempuran sengit memperebutkan kawasan dataran tinggi di Handarat, yang sebelum perang merupakan kamp bagi pengungsi Palestina.

Dengan dukungan serangan udara Rusia, gerak ofensif darat besar-besaran dari tentara Assad dan milisi Syi'ah dilakukan ke Aleppo timur, menyertai keberhasilan merebut kamp Handarat pada Sabtu kemarin.

Akan tetapi, beberapa jam setelahnya, serangan balik pejuang oposisi Sunni langsung memukul mundur pasukan rezim dan sekutunya.

Kerugian personil dilaporkan terjadi pada kedua belah pihak, terutama milisi al-Quds yang diklaim oposisi Fathu Halab telah "kehilangan banyak personil dan perangkat tempurnya".

"Para pejuang melancarkan perang habis-habisan karena ini adalah tentang eksistensi", kata seorang komandan oposisi kepada Reuters.

Kelompok pemantau SOHR menyatakan oposisi berhasil merebut kembali sebagian besar kamp Handarat, meski pertempuran sengit dan babak baru serangan rezim diprediksi akan kembali terjadi.

Belum ada pernyataan resmi militer rezim, namun media pro Damaskus menyatakan bahwa milisi mereka sedang menyiapkan kekuatannya lagi.

Aleppo timur terus digempur serangan udara Rusia/Assad sejak pekan lalu, menewaskan lebih dari 300 warga sipil, menurut kelompok Pertahanan Sipil Suriah.

Selain Aleppo, pertempuran juga meletus di utara provinsi Hama. Di front ini pasukan Assad dipukul mundur di beberapa tempat oleh pejuang oposisi dan jihadis independen, Jundu al-Aqsa.

Distrik Ma'an, pos militer dan desa-desa di selatannya berhasil diambil alih dengan cepat, termasuk sebuah pabrik gula.

Front Hama utara menjadi titik antiklimaks bagi militer Assad yang terfokus dalam perang di Aleppo sejak bulan Agustus lalu.

Selain itu, oposisi melakukan serangan roket ke pangkalan udara militer dekat kota Hama. Klaim tidak terkonfirmasi di Twitter menyatakan sebuah jet MiG-23 ikut hancur. (Reuters/Orient-news/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.