Kamp Handarat kembali diambil milisi pro Damaskus (foto),
Pasukan rezim Suriah dan milisi pendukungnya meraih sebuah kemajuan baru di Aleppo timur. Serbuan mereka berhasil merebut kamp pengungsian Handarat, beberapa kilometer ke utara kota.

Sebelumnya, pasukan pro Assad sempat dalam waktu singkat menduduki Handarat, pada Sabtu (24/9), meski beberapa jam setelahnya langsung dipukul mundur oleh pejuang Sunni lokal.

Namun keberhasilan di Handarat pada Kamis (29/9), tidak sebanding dengan kekalahan pasukan Assad di provinsi Hama, dimana dalam 24 jam mereka kehilangan beberapa desa dan terpukul di puluhan titik.

Serangan darat ke Aleppo timur adalah bagian dari pengumuman Damaskus dalam meluncurkan "operasi besar" untuk menduduki seluruh Aleppo dari tangan oposisi, pada Kamis (22/9) pekan lalu, pasca mencabut gencatan senjata di hari Senin.

Pengepungan, serangan udara dan altileri oleh Assad dan Rusia membuat makin menurunnya hubungan antara Moskow dengan Barat, terkait kerja sama diplomatik dan politik untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Amerika Serikat dan Uni Eropa menuduh Rusia menghancurkan upaya diplomasi demi meraih kemenangan secara militer di Aleppo.

Assad dan Putin disebut telah menargetkan warga sipil, rumah sakit dan pekerja kemanusiaan sebagai bagian dari 250.000 orang yang hidup di bawah pengepungan Aleppo timur.

AS menyebut tindakan Rusia di Aleppo dalam mendukung Assad sebagai "hadiah" yang diberikan untuk terorisme, yang maksudnya adalah, bahwa serangan barbar akan memicu "peningkatan jumlah militan".

Para pejabat AS sedang mencari "pilihan sulit" untuk merespon putusan Rusia yang mengabaikan proses perdamaian untuk mencarikan kemenangan bagi Assad.

"Kita berada di ambang penghentian dialog, karena tidak rasional dalam konteks pengeboman yang (terus) terjadi sementara harus duduk bersama untuk mengambil penyelesaian serius", kata Menlu AS, John Kerry, di Washington.

"Ini adalah salah satu kondisi dimana kita harus mencari alternatif (opsi) lain", tambahnya.

Assad memang memandang merebut seluruh kota Aleppo, yang dilakukan dengan cara apapun, sebagai bentuk kemenangan besar dan memukul para penentangnya.

Sekitar 400 warga sipil tewas akibat serangan udara dan altileri rezim selama 1 minggu, sedangkan kemajuan pasukan darat mereka di kota itu berjalan sangat lambat. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.