Motif masih diselidiki namun diduga ada unsur kebencian SARA (foto),
Sebuah masjid di negara bagian Florida, Amerika Serikat, dibakar oleh penyerang tak dikenal saat umat Muslim setempat akan merayakan momen Idul Adha.

Pihak berwenang mengatakan bahwa tak ditutup kemungkinan serangan ini adalah kejahatan bermotif kebencian (SARA).

Tim pemadam kebakaran lokal segera tiba di lokasi pada Senin (12/9) dini hari waktu setempat, setelah menerima laporan adanya api yang berkobar di Islamic Centre Fort Pierce, sekitar 160 km tenggara kota Orlando.

Tidak ada laporan korban luka akibat kebakaran, sementara tingkat kerusakan dan kerugian materiil belum diketahui secara pasti.

Hari raya Idul Adha, yang dirayakan pada hari Senin, memiliki kemungkinan dijadikan motif yang mendorong pelaku melakukan serangan, ungkap Mayor David Thompson, dari kepolisian St Lucie County.

"Kami tidak tahu persis apakah ini merupakan kejahatan kebencian (SARA) atau hanya aksi pembakaran biasa, yang kita tahu bahwa kejahatan telah terjadi dalam bentuk pembakaran", katanya kepada wartawan pada konferensi pers.

Penyidik ​​juga mempertimbangkan kemungkinan lain dalam keterkaitan dengan momen 15 tahun serangan 11 September di menara kembar WTC, Minggu (11/9).

Video serangan
Dari video CCTV, tampak seseorang yang menggunakan sepeda motor mendekat di sisi timur laut bangunan masjid pada pukul 23:38.

Kilauan cahaya dari api kemudian muncul di rekaman, sedangkan pelaku segera melarikan diri. Kantor kepolisian mengidentifikasi tersangka sebagai laki-laki kulit putih atau Hispanik (keturunan Spanyol).

"Dalam video tersebut, tampak ia membawa kertas dan botol-botol beberapa jenis cairan", katanya Thompson.

Pihak berwenang masih menghimpun video-video CCTV untuk membantu mengidentifikasi pelaku. Sedangkan FBI dan badan federal lainnya bekerja sama dengan kantor polisi setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Ada laporan bahwa masjid ini pernah dihadiri oleh Omar Mateen, laki-laki yang memberondong klub malam homo di Orlando, sehingga menewaskan 49 orang dan melukai 53 lainnya.

Sementara menurut juru bicara dewan American-Islamic Relations di Florida, pembakaran itu adalah bentuk dari sikap kebencian.

Hal serupa juga dinyatakan Ahmed Bedier, presiden kelompok sipil United Voices for America, yang meminta pihak berwenang menyelidiki kasus ini sebagai kejahatan karena kebencian.

Pengurus masjid melihat serangan pada saat Idul Adha sebagai sesuatu yang mengerikan bagi mereka.

"Atas yang terjadi, di pagi pada hari raya terbesar kami tahun ini, merupakan sesuatu yang mengerikan", kata Hamaad Rahman, pengurus masjid itu.

Untuk pelaksanaan shalat Id, Muslim setempat tidak menggunakan masjid itu. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.