Truk bantuan kemanusiaan jadi sasaran terbaru setelah gencatan senjata gagal (foto),
Puluhan truk pengangkut bantuan kemanusiaan yang berkoordinasi dengan PBB dilaporkan menjadi sasaran serangan udara di wilayah pinggiran barat provinsi Aleppo pada Senin (19/9) malam.

Ini terjadi tak berselang lama setelah pihak rezim Assad mendeklarasikan berakhirnya gencatan senjata.

Serangan tersebut dilakukan oleh jet tempur rezim Suriah atau Rusia, ungkap kelompok pemantau SOHR, yang juga menyebutkan ada 35 serangan di provinsi Aleppo dan sekitarnya sejak gencatan senjata dinyatakan gagal.

Aktivis lokal menyalahkan pesawat tempur Moskow sebagai dalang serangan langsung ke truk-truk kemanusiaan ini.

SOHR mengatakan bahwa truk bantuan sedang melakukan misi kemanusiaan yang diselenggarakan oleh organisasi internasional ke daerah barat provinsi Aleppo.

PBB dan Palang Merah menyatakan akan menyelidiki laporan itu, dan telah mengkonfirmasi bahwa serangan udara memang terjadi.

Seorang warga lokal dalam keterangan telepon kepada Reuters menyebut ada 5 serangan rudal yang menghajar rombongan truk bantuan.

Lokasi pengeboman terjadi di parkiran markas Bulan Sabit Merah Suriah, di kota Urum al-Kubra. Menyebabkan lebih dari 20 truk dan muatannya hangus dilalap api.

Versi media pro oposisi, Orient-news, serangan dilakukan jet tempur pemerintah Assad dan membunuh setidaknya 10 orang.

Beberapa orang terluka parah, termasuk direktur Bulan Sabit Merah Omar Barakat. Tapi dari sumber lain oleh aktivis Suriah di Twitter, Barakat dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Reuters, militer rezim Suriah tak bisa dihubungi untuk memberikan komentar atas laporan serangan ke konvoi.

Pengeboman udara berat terjadi secara mendadak di daerah-daerah provinsi Aleppo yang dikuasai oposisi Sunni, dekat perbatasan provinsi Idlib.

Sedangkan di kota Aleppo timur, puluhan ledakan juga terjadi akibat serangan udara ke kawasan padat penduduk ini.

"Ini dimulai dengan pemboman dahsyat selama 1 jam. Sekarang saya bisa mendengar suara helikopter di atas kepala. Dua (pengeboman) terakhir adalah bom Birmil (barrel/drum)", ujar Besher Hawi, mantar juru bicara oposisi di Aleppo, diiringi suara ledakan sebagai latar belakang.

Abu al-Baraa al-Hamawi, seorang komandan oposisi, mengungkapkan jika pengeboman yang paling dahsyat menghantam barat provinsi Aleppo, atau lokasi yang sama dengan konvoi.

"Rezim (Assad) dan Rusia balas dendam ke semua daerah (oposisi)", katanya.

Sebelumnya pihak Assad mengumumkan berakhirnya "masa tenang" satu minggu, dan bersumpah akan kembali memerangi "teroris", sebutan Damaskus terhadap semua penentangnya tanpa terkecuali, sejak meletusnya revolusi.

Rezim juga menuduh oposisi telah memanfaatkan gencatan senjata untuk mempersenjatai diri, termasuk melakukan berbagai pelanggaran. Sebaliknya, oposisi mengeluhkan tak adanya komitmen Assad.

Gencatan senjata terbaru Suriah diinisiasi oleh AS dan Rusia dan berlaku pada Senin (12/9).

Namun salah satu poin kesepakatan untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke kota Aleppo timur yang terkepung rezim belum terwujud.

Serangan udara koalisi pimpinan AS yang salah sasaran ke militer Assad di Deir Zour, diyakini ikut mempengaruhi hancurnya gencatan, yang membuat marah Assad dan Rusia. (Reuters/SOHR/witter/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.