Wapres JK saat bertemu dengan Rouhani di Turki (foto),
Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Syi'ah Iran Rouhani. Kedua tokoh negara sepakat bahwa Indonesia dan Iran akan terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Dukungan Indonesia dan Iran yang kuat terhadap kemerdekaan Palestina sangat penting untuk memberi dorongan politis bagi tercapainya kemerdekaan dan persatuan Palestina", ujar Wapres Jusuf Kalla, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Senin.

Kesepakatan ini merupakan salah satu hasil pembicaraan antara JK dengan Rouhani di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok (KTT GNB) di Pulau Margarita pada 18 September 2016.

Selain itu, kedua pemimpin juga membahas mengenai peranan Indonesia dan Iran dalam upaya perdamaian dunia.

Kedua negara sepakat mengenai pentingnya kesatuan umat Islam dan pentingnya meningkatkan kerja sama di antara umat Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Rouhani sekali lagi menyampaikan undangan kepada Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke Iran.

Pembahasan kedua pemimpin di KTT GNB itu akan ditindaklanjuti dengan pertemuan menteri luar negeri Indonesia dan Iran di New York, di sela-sela berlangsungnya Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga mendorong seluruh negara Gerakan Non-Blok (GNB) untuk terus mendukung perjuangan pemerintah dan rakyat Palestina untuk kemerdekaan dan kedaulatan negeri dengan ibukota di Yerusalem Timur itu.

Dorongan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pada Pertemuan Tingkat Menteri Komite Palestina negara-negara GNB, di Pulau Margarita, Venezuela pada 15 September 2015.

Dalam pertemuan sebelumnya antara Wapres JK dan Presiden Rouhani, di sela-sela KTT OKI di Istanbul, Turki, April lalu, isu Palestina juga jadi perbincangan.

Keduanya pun membahas isu Sunni dan Syi'ah. JK menyampaikan bahwa negara-negara Syi'ah dan Sunni jangan terpecah, karena semuanya menurut JK adalah bagian dari Islam.

"Itu kan boleh berbeda-beda, hormati saja, jangan dijadikan konflik perbedaan itu", kata JK saat itu. (Antaranews/Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.