Nasi Biryani dirazia aparat India (foto),
Jelang Idul Adha lalu, pejabat salah satu negara bagian di India membuat kebijakan kontroversial dengan melakukan pemeriksaan hidangan umat Muslim setempat apakah bebas dari daging Sapi atau tidak.

Makanan tersebut adalah nasi Biryani, sebuah masakan legendaris dari campuran bumbu, daging dan nasi yang populer bagi umat Islam di India sejak era kerajaan Islam Moghul.

Polisi di distrik Mewat, Haryana, melakukan razia dengan mengumpulkan sampel dari para penjual nasi Biryani untuk diuji.

Haryana adalah satu dari puluhan wilayah India yang melarang penyembelihan Sapi. Dimana hewan ini dipandang suci oleh penganut agama Hindu.

Razia pada masakan berdaging umat Muslim diserukan oleh kelompok "pembela Sapi" yang mengklaim memperjuangkan hak-hak hewan ternak itu.

Sebuah layanan pelaporan tentang adanya penyembelihan Sapi juga dibuka oleh kelompok itu, yang khawatir daging Sapi diam-diam masih ditambahkan dalam masakan.

Pada 2015, pemerintah negara bagian Haryana mengesahkan UU untuk menghukum pembunuhan Sapi hingga 10 tahun penjara.

Sementara di penjuru negeri, lebih dari 20 negara bagian India melarang penyembelihan atau konsumsi daging Sapi, maupun keduanya sekaligus.

Akibatnya, akses daging Sapi bagi umat Islam, orang Kristen dan Hindu kasta rendah, menjadi sangat sulit di banyak wilayah.

Sebagian besar Biryani yang dijual di India saat ini menggunakan daging Kambing/Domba atau Ayam.

Para penjual nasi Biryani di Mewat frustasi dengan penggrebekan warga dan pembela Sapi (penganut Hindu), tuduhan dan razia aparat India di warung-warung mereka melalui pengambilan sampel daging.

Sekelompok pedagang Muslim bahkan memilih berhenti menjadi penjual nasi Biryani akibat kesal dengannya.

"Saya sudah benar-benar menutup dagangan saya. Saya bosan dengan razia, juga tuduhan dari warga desa. Setiap hari orang di sini memberi kami pertanyaan, saya tidak mau menjawab apapun. (Daging) Ayam, Kambing, Kerbau, sekarang saya tidak ingin lagi memasak semua itu", kata Shaukat Ahmed Qureshi (Quraisy) dengan kesal ketika ditanya mengapa menutup warungnya.

Berbagai sampel daging dari masakan Biryaninya diambil polisi 10 hari sebelumnya untuk pengujian, ditambah keluhan warga Hindu yang datang padanya terus-menerus.

Solusi yang ditawarkan adalah memakai Ayam (sehingga mereka bisa mengetahuinya), namun hal itu membuat komunitas Muslim makin kecewa dan memilih gulung tikar, meski mata pencaharian mereka jadi tak jelas.

Saat ini India dikuasai partai BJP, berhalauan nasionalis Hindu atau sayap kanan, yang mengakomodir kepentingan penganut Hindu, termasuk gencarnya aturan "perlindungan Sapi" di banyak daerah.

Kekerasan dan main hakim sendiri akibat alasan Sapi oleh bagian masyarakat Hindu pada komunitas lain, meningkat dalam beberapa waktu belakangan.

September 2015 di negara bagian Uttar Pradesh, massa yang marah menyerang warga Muslim setelah dituduh menyembelih anak Sapi.

Korban dan anaknya diseret keluar dari rumah lalu ditendang dan dipukuli. Warga itu akhirnya meninggal karena lukanya, meski anaknya selamat. Daging di kulkas mereka diambil untuk dilakukan "analisis forensik".

Sedangkan penggerebekan masakan Biryani oleh orang Hindu atas nama "perlindungan Sapi", seperti di Mewat, seringkali didasarkan oleh rumor dan kecurigaan. (The Indian Express/NPR)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.