FSA tak mau bertempur bersama orang kafir (foto),
Sejumlah kecil pasukan AS memasuki kota al-Rai di utara Suriah, dekat perbatasan Turki, pada Jum'at (16/9) untuk ambil bagian dalam mengkoordinasikan serangan udara menyasar ISIS.

Namun, rombongan militer AS itu kemudian mundur menuju perbatasan Turki setelah pejuang Islam Suriah memprotes kehadiran mereka di kota.

Kelompok pemantau SOHR juga melaporkan insiden ini, serta menyatakan bahwa pasukan AS telah meninggalkan kota al-Rai, meski masih di berada di wilayah Suriah.

Seorang pejabat AS, yang berkomentar dengan identitas anonim, membenarkan laporan awal tentang insiden yang dialami sekelompok kecil pasukan AS.

Pentagon belum menanggapi mengenai insiden tersebut. Tapi mengakui bahwa pasukan khusus AS memang diterjunkan di sekitar wilayah perbatasan Suriah-Turki, dekat kota al-Rai dan Jarablus, lokasi operasi "Euphrate Shield" untuk mengusir ISIS.

Dalam sebuah pernyataan, militer Turki mengatakan jika keberadaan pasukan khusus AS di sana adalah untuk mendukung operasi anti ISIS yang dilakukan di Suriah utara.

Sumber oposisi menyebut pasukan AS memasuki kota al-Rai hingga 2 km di dalam wilayah Suriah, sebagai bagian dari operasi mereka.

Tetapi, dalam video di internet yang diyakini menunjukkan saat insiden, para pejuang Sunni di al-Rai menyoraki mereka dengan meneriakkan slogan anti-AS, serta mengancam pasukan tersebut.


FSA bahkan mengancam akan membekukan keterlibatannya dalam "Euphrate Shield" jika melibatkan pasukan AS di lapangan.

"Kami pasukan Ahrar Syarqiya, bagian dari FSA, bersama banyak pejuang FSA lainnya dalam operasi (melawan ISIS)... Menolak bekerja sama dengan pasukan AS di tanah Suriah, karena mereka adalah pendukung separatis Kurdi, yang merupakan bagian teroris (PKK)", bunyi pernyataan seorang komandan kelompok itu dalam rilisan video yang beredar.

"Kami membekukan semua keterlibatan kami dalam 'Euphrate Shield' hingga pasukan AS keluar dari Suriah", lanjutnya.

Dalam video itu, rombongan pasukan AS disebut sedang mundur dari kota al-Rai, dengan membawa kendaraan tempurnya dan tank MBT.

Tentara AS berpakaian mirip ISIS
"Keluar Amerika, keluar kalian Amerika... kami Muslim bukan kafir.. Allahu Akbar!", ucap seseorang di video.

Pejuang oposisi Sunni yang dibantu Turki melancarkan operasi pembersihan di utara Suriah dari kelompok teroris ISIS sejak 24 Agustus lalu.

Seluruh garis perbatasan tersisa telah dibersihkan FSA dari pengikut al-Baghdadi. Dan direncanakan tahap operasi selanjutnya akan mengarah makin ke selatan, yaitu kota al-Bab.

Hari Jum'at, sebuah bentrokan terjadi antara FSA vs ISIS, menyebabkan lima pejuang Sunni dan lima militan ISIS tewas di wilayah itu.

Namun selain menyasar ISIS, 'Euphrate Shield' juga menyasar keberadaan milisi YPG Kurdi dari barat sungai Efrat, membuat AS sempat kebingungan karena Turki dan YPG sama-sama menjadi sekutunya. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.