Taat Pribadi dalam 2 kondisi berbeda (foto),
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Probolinggo mulai menyelidiki ajaran yang diajarkan di padepokan milik sang "pengganda uang", Taat Pribadi (46 tahun).

Penyelidikan ini terkait dugaan aliran sesat atau ajaran menyimpang dari syariat Islam yang diajarkan dalam padepokan itu selama ini.

Sekretaris MUI Probolinggo, Yasin, membenarkan penyelidikan internal yang dilakukan MUI terhadap ajaran di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

"Hal ini dilakukan setelah ada beberapa laporan yang masuk ke MUI terkait ajaran yang ada di dalam padepokan. Selain itu, kami juga mendapat perintah dari MUI pusat dan Jatim untuk memeriksa ajaran Dimas Kanjeng ini", katanya kepada Surya Malang, Senin (26/9).

Yasin mengatakan, bahwa dalam hal ini, pihaknya akan koordinasi dengan Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama (Bakorpa) Probolinggo untuk menyelidiki.

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Termasuk memeriksa para saksi yang sempat belajar agama di Padepokan Dimas Kanjeng ini", terangnya.

Saat ini, memang ada beberapa indikasi ajaran yang menyimpang di Padepokan. Salah satunya adalah bacaan yang diajarkan.

Bacaan ini harus sesuai dengan Bahasa Arab yang sesungguhnya, sebab salah dalam membaca membuat artinya pun berbeda.

"Untuk lainnya termasuk shalat, zikir yang diajarkan juga masih kami dalami. Karena ajaran di Padepokan ini sangat banyak sekali", lanjutnya.

Yasin menambahkan, penyelidikan tidak boleh dilakukan secara gegabah. Artinya, pihaknya harus memiliki data dan fakta yang kuat di lapangan.

Data yang diperoleh pun harus valid sebelum MUI mengeluarkan fatwa bahwa ajaran di Padepokan Dimas Kanjeng ini sesat.

"Fatwa ini kan tidak boleh main-main. Sekali dikeluarkan tidak bisa dicabut. Makanya kami harus teliti dan jeli sebelum memutuskan hal ini", paparnya.

Rencananya, seperti dijelaskan Yasin, pihaknya akan ke MUI Jatim untuk koordinasi terkait hasil sementara penyelidikan yang didapatkan dari para saksi di lapangan.

"Selasa (27/9) pagi, kami rencana mau ke Kantor MUI Jatim membawa data yang ada sementara. Nanti untuk langkah selanjutnya kami hanya bisa menunggu MUI Jatim", pungkasnya.

Di sisi lain, ketua Yayasan Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi, Marwah Daud Ibrahim, mempertanyakan dugaan MU Probolinggo yang menganggap ajaran kiainya (Taat Pribadi) sebagai aliran sesat.

Mantan anggota DPR ini mengklaim jika aliran di padepokannya itu "masih menjalankan ajaran sesuai ketentuan agama Islam".

"Ini yang perlu diluruskan. Kami sudah ajukan keberatan", kata Marwah saat mendatangi Kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Marwah menambahkan, pihaknya sudah mengundang MUI Probolinggo untuk memantau kegiatan di padepokannya.

"Kami sudah mengajak orang MUI untuk melihat kegiatan kami dari Subuh sampai Subuh lagi, apa yang sesat", katanya, seperti dikutip Okezone. (Surya Malang/Okezone)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.