Bantuan kemanusiaan di Suriah (foto),
Sebanyak 70 truk berisi bantuan kemanusiaan dikirim untuk pertama kali selama hampir enam bulan terakhir, ke empat kota terkepung di Suriah, kata Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Badan tersebut mengatakan, bantuan diantarkan pada Minggu (25/9) menuju Madaya dan Zabadani, wilayah dekat Damaskus yang dikepung rezim, serta al-Fu'ah dan Kafraya, dua kota berpenduduk Syi'ah di provinsi Idlib yang dikepung oposisi.

Madaya, wilayah dekat perbatasan dengan Lebanon, dihuni sekitar 40 ribu jiwa telah dikepung oleh pasukan pemerintah Assad dan milisi Syi'ah Hezbollah sejak tahun lalu. Sementara Zabadani hanya menyisakan seribu penduduk di wilayahnya dan telah hancur lebur.

Kemudian kota Kafraya dan al-Fu'ah masih sekitar dihuni 20 ribu penduduk, menurut hitungan PBB.

2 kota Syi'ah ini telah dikepung oposisi sejak April 2015, ketika berhasil merebut kota Idlib dari militer rezim Assad dan memutus akses ke 2 kota tersebut.

Kegiatan penyebaran bantuan PBB di Suriah kembali berlanjut sejak Kamis lalu, setelah sempat ditunda beberapa hari karena serangan udara ke konvoi kemanusiaan.

Konvoi 31 truk bantuan dibom, pada Senin pekan lalu di markas Bulan Sabit Merah Suriah, kota Urum Kubra, bagian barat provinsi Aleppo.

Menewaskan 20 orang pekerja bantuan dan warga sipil. Termasuk direktur Bulan Sabit Merah lokal, Omar Barakat.

18 truk beserta muatannya hancur, ditambah sebuah gudang kemanusiaan. Jet tempur Rusia/Assad dituding sebagai pelaku serangan itu oleh AS, kelompok oposisi serta saksi mata lokal. (Antaranews/Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.