Anak-anak Aleppo (foto),
Serangan udara, roket dan pemboman altileri menghantam berbagai kota di sekitar front-front pertempuran di seluruh Suriah pada Selasa (20/9) dini hari, pasca pencabutan gencatan senjata oleh rezim Damaskus.

Di kota Aleppo timur yang terkepung, serangan udara dan tembakan artileri menghantam beberapa distrik yang dikontrol oposisi Sunni, hingga jam 2 pagi waktu setempat.

Warga sipil di sana menghabiskan malamnya dengan berlindung bersama di apartemen-apartemen mereka, setelah mengetahui runtuhnya gencatan senjata.

Pada Selasa pagi, suara ledakan keras sesekali masih terdengar di kota industri yang kini terbelah 2 itu.

Adapun di sisi barat kota Aleppo yang dikuasai pemerintah Assad, suara serangan bom terdengar dari distrik Mogambo.

Aleppo, sebagai kota garis pertempuran utama, sempat relatif tenang pada beberapa hari awal gencatan senjata yang mulai berlaku pada 12 September, oleh inisiasi AS-Rusia.

Kondisi "agak tenang" juga dialami berbagai kota lainnya yang dikuasai oposisi ketika momen Idul Adha. Walaupun serangan udara dan pertempuran dilaporkan masih terjadi. Sementara bantuan kemanusiaan ke Aleppo timur belum berhasil karena dihalangi pemerintah.

Kekerasan perlahan mulai meningkat pada akhir pekan lalu, yang mencapai puncaknya dengan terjadinya serangan udara mematikan ke Aleppo.

Serangan udara salah sasaran oleh koalisi internasional pimpinan AS yang menewaskan hingga 80 tentara Assad, juga makin memperparah keberlangsungan gencatan senjata rentan.

Pada hari Senin, pertempuran intensif mulai melanda Ghouta timur yang dikuasai oposisi dekat ibukota Damaskus.

Militer rezim mengumumkan operasi besar hanya beberapa jam sebelum menyatakan gencatan senjata berakhir.

Sumber AFP menyatakan bahwa pertempuran di sana terdengar sepanjang Senin malam hingga Selasa pagi.

Pemboman menggunakan artileri juga menghantam wilayah oposisi di kota Talbiseh, Homs, kata aktivis Hassan Abu Nuh.

Di provinsi Idlib, aktivis Nayef Mustafa melaporkan bahwa pesawat mengitari kota Salaqin yang dikontrol Jabhah Fathu Syam dan kelompok Islamis lainnya.

"Sekarang memang tenang, tapi tadi malam ada tembakan senapan mesin dari pesawat tempur", kata Mustafa.

"Gencatan senjata telah gagal dan warga bersiap-siap terkena bom Birmil. Begitulah keadaan kami", lanjutnya.

Sebuah konvoi kemanusiaan di provinsi Aleppo dihantam serangan udara secara langsung, di markas Bulan Sabit Merah Suriah, sehingga menewaskan 12 orang yang merupakan relawan, dan membuat sekitar 18 truk bermuatan bantuan hangus.

Pesawat tempur Assad atau Rusia disalahkan oleh aktivis lokal atas serangan ini. (AFP/SOHR/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.