Putin dan Obama (foto),
Amerika Serikat dan Rusia gagal mencapai kesepakatan soal solusi menghentikan kekerasan di Suriah. Pertemuan antara Barack Obama dan Vladimir Putin juga diperkirakan tidak akan membuahkan hasil berarti bagi konflik tersebut.

Seperti dikutip CNN Indonesia dari AFP, Menteri Luar Negeri John Kerry bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov di sela pertemuan KTT G20 di Hangzhou, China. Tujuan pertemuan salah satunya adalah menghentikan pertempuran di Suriah.

Namun hasil akhir pertemuan nihil, kedua menlu tidak menyepakati apa pun. Rencana pemberian bantuan bagi warga sipil Aleppo juga tidak berhasil disepakati oleh kedua negara.

Pejabat AS menuding Rusia mencoba merusak isu-isu yang telah disepakati sebelumnya dan mengulangi pembahasan.

Diperkirakan 300 ribu orang tewas dalam konflik di Suriah yang berlangsung sejak 2011, menurut kelompok pemantau SOHR. Perang ini kian parah setelah Iran dan Rusia turut membantu rezim Basyar al-Assad.

Salah satu wilayah terparah saat ini adalah kota Aleppo timur yang kembali dikepung pasukan Suriah dan Rusia.

Warga sipil di kota itu, yang mencapai 250-300 ribu jiwa, dilaporkan kekurangan makanan dan terancam nyawanya karena dibombardir dari udara oleh jet Rusia/Assad.

Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin juga bertemu di sela KTT G20 di China, usai pertemuan menlu kedua negara.

Belum ada laporan hasil pertemuan tersebut, namun diduga kuat tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Obama sendiri dalam pernyataan sehari sebelumnya mengaku ragu, jika perundingan dengan Rusia akan berbuah hasil.

Namun Obama mengatakan Rusia telah menjadi pemain kunci dalam perang Suriah sehingga pembicaraan harus tetap dilakukan.

"Layak dicoba. Ada anak-anak, wanita dan warga sipil tidak berdosa yang bisa mendapatkan makanan dan obat-obatan dan sedikit kelegaan dalam teror pengeboman yang terus menerus, upaya ini layak dilakukan", kata Obama.

AS sebelumnya berharap bisa menekan Rusia di ajang KTT G20 untuk melepaskan Suriah, namun ternyata sulit.

Pemerintah Obama bahkan mengatakan kepada Rusia bahwa mereka terlibat dalam kejahatan perang yang dilakukan Assad.

Tanpa dukungan Rusia dan Iran, diyakini rezim Assad akan tinggal sejarah. Rusia mendukung dengan serang udara yang sangat gencar, sedangkan Iran membawa puluhan ribu milisi Syi'ah ke Suriah.

"Ada rezim Assad yang membunuhi rakyatnya sendiri tanpa hukuman, didukung oleh Rusia dan Iran", tegas Obama.

Dari sudut pandang rezim Assad dan sekutunya, mereka mengklaim sedang memerangi "teroris dukungan asing yang ingin merebut Suriah". Meski beberapa kali perundingan dilakukan dengan kelompok oposisi yang dianggap "teroris".

Basyar al-Assad, sejak awal revolusi yang diserukan oleh Muslim Sunni itu, telah menuduh semua penentangnya sebagai "teroris". (CNN Indonesia/AFP/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.